Audit Ungkap Pimpinan Yayasan Gates Bertemu Jeffrey Epstein 30 Kali, Risiko Reputasi Diabaikan

jpg • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 16:01 WIB
Bill Gates meninggalkan Gedung Capitol setelah memberikan kesaksian tertutup terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein / Foto: (The Guardian)
Bill Gates meninggalkan Gedung Capitol setelah memberikan kesaksian tertutup terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein / Foto: (The Guardian)
 

batampos – Yayasan Bill Gates kembali menjadi sorotan setelah hasil audit independen mengungkap adanya sekitar 30 pertemuan antara pimpinan yayasan dan Jeffrey Epstein, terpidana kasus kejahatan seksual, dalam kurun waktu 2011 hingga 2014.

Audit tersebut dilakukan firma hukum WilmerHale atas permintaan Yayasan Gates menyusul dirilisnya jutaan dokumen terkait kasus Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada awal tahun ini.

Hasil audit menemukan sekitar 30 pertemuan yang melibatkan Epstein dengan 10 pimpinan dan staf Yayasan Gates, termasuk pendiri Microsoft Bill Gates. Pertemuan berlangsung di berbagai lokasi, mulai dari kantor pusat yayasan hingga kediaman Epstein di Manhattan, New York.

Menurut ringkasan laporan, pembahasan dalam pertemuan itu berkaitan dengan kegiatan filantropi, seperti rencana pembentukan donor-advised fund (DAF), strategi penghimpunan donor, program pemberantasan polio, hingga pengenalan organisasi nirlaba yang kemudian menerima hibah dari Yayasan Gates.

Meski demikian, auditor menyatakan tidak menemukan bukti bahwa pertemuan tersebut berkaitan dengan aktivitas ilegal maupun perdagangan seks yang dijalankan Epstein.

"WilmerHale tidak menemukan bukti adanya partisipasi atau pengetahuan mengenai operasi perdagangan seks Epstein yang sedang berlangsung maupun aktivitas kriminalnya," demikian isi ringkasan laporan.

Audit juga menyebut tidak ditemukan bukti bahwa Yayasan Gates mengetahui Epstein menggunakan nama organisasi tersebut untuk kepentingan pribadinya ataupun menerima pembayaran dari yayasan.

Namun, laporan tersebut mengungkap adanya peringatan dari internal yayasan mengenai risiko reputasi akibat hubungan dengan Epstein, yang sebelumnya telah divonis dalam kasus kejahatan seksual.

Menurut WilmerHale, sejumlah staf telah beberapa kali menyampaikan kekhawatiran tersebut kepada jajaran pimpinan senior, termasuk Bill Gates. Meski demikian, hubungan profesional dengan Epstein tetap berlanjut selama beberapa tahun.

Bill Gates sebelumnya berulang kali membantah mengetahui aktivitas kriminal Epstein. Ia menjelaskan pertama kali diperkenalkan kepada Epstein pada 2011 oleh sejumlah rekan di bidang filantropi dan kesehatan global.

Gates mengaku mengetahui Epstein pernah memiliki persoalan hukum, tetapi tidak memahami sepenuhnya tingkat kejahatan yang dilakukan.

"Saya menerima perkenalan tersebut tanpa melakukan pemeriksaan mendalam yang seharusnya saya lakukan," ujar Gates dalam keterangannya.

Ia menyebut komunikasi dengan Epstein berakhir pada Desember 2014 dan mengaku menyesali hubungan tersebut. Dalam kesaksiannya di hadapan Komite Pengawasan DPR Amerika Serikat pada Juni lalu, Gates juga menegaskan dirinya tidak pernah mengetahui ataupun menyaksikan aktivitas kriminal Epstein.

Menanggapi hasil audit, Yayasan Gates menyatakan telah menerima seluruh rekomendasi WilmerHale guna memperkuat tata kelola organisasi dan pengawasan terhadap calon donor maupun mitra kerja.

Beberapa langkah yang akan diterapkan antara lain pembentukan sistem pemeriksaan terpusat terhadap penasihat donor, mitra pendanaan, serta mekanisme eskalasi untuk menangani potensi risiko organisasi.

Gates menyebut hasil audit tersebut menjadi momentum untuk memperkuat transparansi dan menjaga kepercayaan publik terhadap yayasan.

"Kami berkomitmen memastikan kepercayaan dan transparansi tidak pernah dikompromikan," katanya.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa hubungan dengan individu yang memiliki rekam jejak kontroversial dapat menimbulkan risiko reputasi yang besar bagi organisasi filantropi, meskipun tidak ditemukan bukti keterlibatan dalam aktivitas kriminal.

Editor : Jamil Qasim
Yayasan Bill Gates Jeffrey Epstein