Trump Akui Iran Masih Tangguh, Bantah Teheran Lebih Kuat dari AS

jpg • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 14:19 WIB
Donald Trump ancam balasan usai serangan tewaskan tentara AS. (x.com/MarioNawfal)
Donald Trump ancam balasan usai serangan tewaskan tentara AS. (x.com/MarioNawfal)

batampos – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Iran masih memiliki kemampuan militer meski terus menjadi sasaran serangan pasukan Amerika dalam beberapa pekan terakhir.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat berbicara di hadapan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (Environmental Protection Agency/EPA), Kamis (23/7).

"Mereka (Iran) tangguh, mereka cerdas, dan mereka masih memiliki sebagian kemampuan," kata Trump, seperti dikutip dari Antara, Jumat (24/7).

Meski demikian, Trump membantah laporan sejumlah media di Amerika Serikat yang menyebut posisi Iran kini lebih kuat dibandingkan beberapa bulan lalu.

Menurutnya, kondisi justru lebih menguntungkan bagi Amerika Serikat daripada yang diperkirakan banyak pihak.

"Situasinya berkembang lebih baik bagi Amerika Serikat daripada yang diperkirakan siapa pun," ujarnya.

Sebelumnya, pada malam menjelang 18 Juni, Washington dan Teheran sempat menandatangani memorandum penghentian konflik yang bermula pada 28 Februari 2026.

Namun, sejak 8 Juli, Amerika Serikat kembali melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi militer tersebut merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Trump juga menegaskan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran kini telah berakhir sehingga konflik kedua negara kembali berlanjut. (*)

Editor : Jamil Qasim
Iran dan Amerika Serikat trump