batampos – Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan, mengundurkan diri di tengah tekanan publik akibat skandal kebocoran soal ujian masuk perguruan tinggi kedokteran. Gelombang protes yang melibatkan pelajar, kelompok masyarakat, dan partai oposisi terus membesar hingga mendesak pemerintah mengambil langkah tegas.
Dikutip dari Hindustan Times, Sabtu, pengunduran diri Dharmendra Pradhan terjadi setelah muncul tuntutan agar pemerintah bertanggung jawab atas polemik kebocoran soal ujian National Eligibility Entrance Test (NEET) yang berdampak terhadap jutaan calon mahasiswa kedokteran di India.
Aksi protes berlangsung di sejumlah wilayah India. Para peserta aksi menuntut transparansi dalam sistem seleksi pendidikan serta meminta pemerintah memastikan adanya penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan kebocoran soal tersebut.
Baca Juga: Pernyataan "Londo Ireng" Prabowo Disorot, Dinilai Bisa Melemahkan Kritik Publik
Awal pekan ini, Abhijeet Dipke, pendiri kelompok politik satir Cockroach Janta Party, menyatakan aksi demonstrasi akan terus berlanjut hingga Dharmendra Pradhan meninggalkan jabatannya sebagai Menteri Pendidikan.
Situasi memanas saat aksi demonstrasi di New Delhi berujung bentrokan antara massa dan aparat keamanan. Mengutip The Times of India, sekitar 130 anggota kepolisian dan 65 pengunjuk rasa dilaporkan mengalami luka dalam insiden tersebut.
Polisi dilaporkan menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa setelah sejumlah orang diduga merusak pos keamanan di kawasan Tolstoy Marg, New Delhi.
Pemerintah Bentuk Pengadilan Khusus
Merespons tekanan publik, Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan pemerintah membentuk pengadilan khusus atau fast-track courts untuk mempercepat penyelidikan kasus kebocoran soal ujian.
Pemerintah berjanji akan melakukan pemeriksaan menyeluruh guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas persoalan tersebut.
Skandal ini mencuat setelah pelaksanaan ujian masuk kedokteran NEET pada Mei 2026 dipersoalkan akibat dugaan kebocoran soal. Dampaknya, hasil ujian tersebut akhirnya dibatalkan dan memicu ketidakpastian bagi jutaan peserta.
The Indian Express melaporkan, lebih dari 10 juta siswa terdampak akibat polemik tersebut. Sejumlah laporan juga menyebut dua siswa meninggal dunia akibat tekanan setelah skandal ujian mencuat.
Gerakan Satir Tarik Perhatian Publik
Salah satu kelompok yang aktif menyuarakan tuntutan reformasi pendidikan adalah Cockroach Janta Party, gerakan politik satir yang baru diluncurkan pada Mei 2026.
Baca Juga: Stimulus Ekonomi 2026, Impor Suku Cadang Pesawat dan LPG Industri Dapat Bea Masuk 0 Persen
Meski tergolong baru, kelompok tersebut dengan cepat memperoleh perhatian besar di media sosial. Akun Instagram mereka disebut telah memiliki lebih dari 20 juta pengikut, bahkan melampaui akun resmi partai pemerintah Bharatiya Janata Party (BJP) yang memiliki sekitar 9 juta pengikut.
Abhijeet Dipke, pemimpin kelompok tersebut, diketahui kembali dari Amerika Serikat pada awal Juni untuk memimpin aksi protes langsung di New Delhi.
Pria berusia 30 tahun itu sebelumnya menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Boston, Massachusetts, sebelum kembali ke India dan aktif dalam gerakan yang menyoroti isu reformasi pendidikan.
Skandal kebocoran soal ujian NEET kini menjadi salah satu krisis terbesar dalam sistem pendidikan India. Pemerintah menghadapi tekanan untuk memastikan proses seleksi pendidikan kembali dipercaya oleh masyarakat. (*)
Editor : M Tahang