China Dukung Iran di Tengah Memanasnya Timur Tengah, Dorong Dialog Perdamaian

Antara • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 15:31 WIB
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi . (Asia Nikkei News)
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi . (Asia Nikkei News)

batampos - Pemerintah China menegaskan dukungannya terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah. Beijing meminta seluruh pihak mengedepankan jalur diplomasi dan melanjutkan proses perundingan demi menjaga stabilitas kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri China Wang Yi saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di sela-sela pertemuan para menteri luar negeri negara anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO) di Cholpon-Ata, Kirgizstan, Jumat (24/7).

Wang Yi mengatakan China, sebagai mitra strategis komprehensif Iran, mendukung upaya negara tersebut dalam menjaga kedaulatan, keamanan, dan martabat nasional.

Baca Juga: Stimulus Ekonomi 2026, Impor Suku Cadang Pesawat dan LPG Industri Dapat Bea Masuk 0 Persen

"Sebagai mitra strategis komprehensif, China dengan tegas mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan, keamanan, dan martabat nasionalnya," ujar Wang Yi dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri China.

Menurut Wang, meningkatnya kembali ketegangan di kawasan Teluk Timur Tengah menjadi perhatian serius bagi Beijing. Ia menilai upaya diplomasi yang sebelumnya telah dilakukan sejumlah pihak tidak boleh berakhir tanpa hasil.

"Nota kesepahaman yang ditandatangani lebih dari satu bulan lalu merupakan hasil berharga dari upaya mediasi dan perundingan berbagai pihak. Kesepahaman tersebut memuat harapan rakyat Iran dan Timur Tengah untuk menghentikan perang serta menciptakan perdamaian dan stabilitas," katanya.

Wang menegaskan, jalur komunikasi dan perundingan yang telah terbuka harus tetap dipertahankan.

"Selama masih ada harapan bagi perdamaian, upaya tersebut tidak boleh ditinggalkan. Hal yang paling mendesak saat ini adalah tetap berpegang pada arah penyelesaian perselisihan melalui perundingan," ujarnya.

China Dorong Solusi Diplomatik

Dalam pertemuan tersebut, Wang menyampaikan China akan tetap berpegang pada empat poin usulan Presiden Xi Jinping terkait pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

Beijing juga menyatakan dukungan terhadap upaya mediasi yang dilakukan Pakistan dan pihak lainnya untuk mendorong dialog antara pihak-pihak yang terlibat.

Baca Juga: Pernyataan "Londo Ireng" Prabowo Disorot, Dinilai Bisa Melemahkan Kritik Publik

China turut mendorong penyelesaian persoalan Selat Hormuz serta memperbaiki hubungan antarnegara di kawasan Teluk.

"China akan terus mendukung upaya mediasi berbagai pihak, mendorong dimulainya kembali dialog dan perundingan, serta berkontribusi bagi pemulihan perdamaian dan ketenteraman di kawasan Timur Tengah," kata Wang.

Sementara itu, Menlu Iran Abbas Araghchi menyampaikan perkembangan terbaru mengenai situasi keamanan di kawasan Teluk Timur Tengah.

Ia menuding Amerika Serikat telah melanggar nota kesepahaman yang sebelumnya dicapai sehingga menyebabkan ketegangan kembali meningkat.

"Keinginan Iran untuk berunding tidak pernah berubah dan Iran juga tidak menginginkan konflik terus berlanjut," ujar Araghchi.

Iran, kata dia, meminta Amerika Serikat memenuhi komitmennya, menahan diri, serta mencari solusi melalui jalur diplomasi.

Araghchi juga menyampaikan apresiasi kepada China yang selama ini dinilai konsisten mendorong penyelesaian konflik secara damai.

Konflik Iran-AS Kembali Memanas

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran disebut telah mencapai kesepakatan terkait penghentian konflik pada 18 Juni 2026 setelah ketegangan berlangsung sejak akhir Februari.

Baca Juga: Archipelago Batam Gelar Fun Run 7K, Salurkan Beasiswa Pendidikan untuk Anak-Anak

Namun, situasi kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran sejak 8 Juli.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut tindakan tersebut merupakan respons atas dugaan tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, China meminta seluruh pihak kembali mengutamakan dialog agar konflik tidak berkembang menjadi krisis keamanan yang lebih luas. (*)

Editor : M Tahang
konflik Timur Tengah Dialog Perdamaian timur tengah china iran