batampos – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, membantah spekulasi bahwa keputusan menghentikan sementara operasi militer terhadap Iran dipicu oleh menipisnya persediaan amunisi militer AS.
Trump menegaskan bahwa Negeri Paman Sam masih memiliki stok persenjataan yang jauh lebih besar dibandingkan negara lain dan tidak mengalami kekurangan amunisi.
Bantahan tersebut muncul setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa penghentian sementara operasi militer dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran sejumlah pejabat AS terhadap kondisi persediaan amunisi setelah 13 hari berturut-turut melancarkan serangan ke Iran.
Baca Juga: Viral Disebut Makan Biji Cempedak Setiap Hari, Pasutri Lansia di Bintan Bantah: Tetap Makan Nasi
Menurut laporan tersebut, Trump pada akhir pekan memutuskan untuk tidak memperpanjang operasi militer meskipun sebelumnya militer AS telah menyiapkan rencana ofensif yang diperkirakan dapat berlangsung hingga dua pekan.
Namun, Trump menepis anggapan bahwa keputusan itu berkaitan dengan kemampuan persenjataan Amerika Serikat.
"Kita memiliki amunisi jauh lebih banyak daripada siapa pun di dunia, dan jauh lebih banyak daripada yang kita butuhkan," kata Trump.
Baca Juga: BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG yang Tak Penuhi Standar, Terbanyak di Wilayah Indonesia Timur
Ia menegaskan penghentian sementara operasi bukan disebabkan keterbatasan persediaan senjata. Meski demikian, opsi untuk melanjutkan serangan terhadap Iran disebut masih tetap terbuka seiring perkembangan situasi di Timur Tengah.
Pejabat Militer Khawatir Stok Menyusut
Di sisi lain, sejumlah pejabat pertahanan AS dikabarkan mengakui bahwa kondisi persediaan amunisi menjadi perhatian internal pemerintah.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, disebut menilai berkurangnya stok amunisi dapat meningkatkan risiko apabila Washington kembali melakukan operasi militer terhadap Iran.
Meski demikian, menurut laporan tersebut, kondisi itu belum dianggap cukup serius untuk menghentikan seluruh rencana operasi.
Pandangan serupa disampaikan Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, yang meyakini militer AS masih memiliki kemampuan untuk melanjutkan operasi apabila diperlukan.
Ia disebut menilai serangan lanjutan tetap berpotensi efektif karena sasaran utama adalah fasilitas dan kemampuan peluncuran rudal Iran.
Isu Amunisi Masih Jadi Perdebatan
Gedung Putih menyatakan informasi mengenai jumlah pasti persediaan amunisi merupakan bagian dari keamanan nasional sehingga tidak dapat dipublikasikan.
Namun, laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang terbit pada April lalu memperingatkan bahwa menurunnya stok amunisi dapat menjadi risiko jangka pendek apabila Amerika Serikat harus menghadapi konflik berskala lebih besar.
Laporan itu menyebut perang melawan kekuatan militer besar, seperti Tiongkok, berpotensi menguras persediaan amunisi dengan laju yang jauh lebih cepat dibandingkan konflik yang sedang berlangsung saat ini.
Perbedaan pandangan antara Presiden Trump dan sejumlah pejabat pertahanan tersebut menunjukkan bahwa kesiapan stok amunisi AS masih menjadi perdebatan di tengah ketegangan yang belum sepenuhnya mereda dengan Iran. (*)
Editor : Jamil Qasim