batampos – Lebih dari 9.000 warga masih bertahan di pusat-pusat evakuasi hingga Jumat (31/7), tiga hari setelah gempa bumi bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang barat daya. Ribuan rumah juga masih mengalami gangguan pasokan air bersih dan listrik.
Pemerintah setempat menyatakan sebagian besar operasi pencarian dan penyelamatan telah selesai. Namun, proses evakuasi masih berlangsung di pusat perbelanjaan Aeon di Kota Kashima yang mengalami kerusakan akibat ledakan setelah gempa.
Sekitar 230 personel gabungan dari kepolisian Prefektur Hyogo, Osaka, dan Tokyo masih dikerahkan untuk menyisir lokasi tersebut guna memastikan tidak ada korban yang tertinggal.
Di tengah proses pemulihan, sejumlah perusahaan mulai menyusun langkah untuk kembali beroperasi. Sony Semiconductor Manufacturing Corp., anak usaha Sony Group Corp., berencana memulai kembali operasional pabriknya di Kota Kikuyo secara bertahap mulai Selasa pekan depan, dengan target beroperasi penuh pada pertengahan Agustus.
Sementara itu, Toyota Motor Kyushu Inc. memutuskan memperpanjang penghentian operasional di tiga pabriknya hingga Rabu mendatang. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kendala logistik, serta kondisi para pemasok.
Data terbaru pemerintah Prefektur Kumamoto mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa mencapai 35 orang, sementara enam lainnya mengalami luka serius. Korban tewas di antaranya sembilan orang di pabrik Nippon Paper Industries Co. di Kota Yatsushiro dan tujuh orang di pusat perbelanjaan yang terdampak.
Selain korban jiwa, sekitar 80.000 rumah tangga masih belum mendapatkan pasokan air bersih hingga Jumat pagi. Sementara itu, sekitar 4.500 rumah tangga di Kota Uki, Yatsushiro, dan Hikawa masih mengalami pemadaman listrik.
Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang juga melaporkan sebanyak 79 fasilitas kesehatan terdampak gangguan pasokan air maupun listrik setelah gempa. Hingga Jumat pagi, sebanyak 53 fasilitas di antaranya masih mengalami gangguan layanan.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 tersebut terjadi pada Selasa pukul 16.27 waktu setempat dan mencapai intensitas maksimum level 7 pada skala seismik Jepang di wilayah Uki dan Hikawa.
Menurut Badan Meteorologi Jepang, guncangan dengan intensitas level 7 dapat menyebabkan seseorang sulit berdiri atau bergerak tanpa merangkak, bahkan berpotensi terlempar akibat kuatnya getaran.
Editor : Jamil Qasim