batampos – Hamas menuduh Israel sengaja menggagalkan upaya perdamaian dengan terus melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza di tengah pembahasan implementasi gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat. Kelompok tersebut menilai eskalasi militer dilakukan untuk menciptakan fakta baru di lapangan sebelum kesepakatan damai benar-benar diberlakukan.
Pernyataan itu disampaikan pejabat senior Hamas, Basem Naim, menyusul serangan udara Israel di sejumlah wilayah Gaza pada Minggu (2/8) yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 18 warga Palestina. Serangan terjadi ketika mediator internasional masih berupaya mendorong pelaksanaan peta jalan perdamaian yang diumumkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Naim mengatakan Hamas telah menunjukkan sikap terbuka dalam proses negosiasi, termasuk membahas isu pelucutan senjata. Namun, menurutnya, operasi militer Israel yang terus berlanjut justru menghambat peluang tercapainya perdamaian.
"Eskalasi ini, yang terjadi bersamaan dengan kemajuan di jalur politik, menunjukkan pemerintah pendudukan berusaha menggagalkan upaya mengakhiri perang dan memaksakan fakta di lapangan melalui kekuatan," kata Basem Naim dalam pernyataannya.
Hamas tetap menegaskan penghentian serangan Israel dan penarikan pasukan dari Jalur Gaza merupakan syarat utama sebelum kelompok tersebut bersedia menyerahkan persenjataannya kepada badan pemerintahan Palestina yang nantinya akan mengelola wilayah Gaza sesuai kesepakatan.
Di sisi lain, pemerintah Israel mempertahankan pendiriannya. Menteri Energi Israel, Eli Cohen, menegaskan Hamas harus lebih dahulu dilucuti dan dibubarkan sebelum operasi militer dihentikan.
"Dalam kesepakatan yang kami tandatangani dengan Amerika Serikat, posisi kami adalah Hamas harus dibongkar. Itulah hal pertama yang harus terjadi," ujar Cohen kepada Army Radio Israel.
Senada dengan itu, juru bicara Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Doron Spielman, mengatakan Israel telah menyampaikan kekhawatirannya kepada Amerika Serikat terkait rencana pelucutan senjata Hamas.
Menurut Spielman, prioritas utama Israel adalah memastikan Hamas benar-benar melucuti seluruh persenjataannya sebelum langkah lain dalam proses perdamaian dijalankan.
Sementara itu, mantan pejabat senior Fatah yang kini bermukim di Uni Emirat Arab, Mohammed Dahlan, mengungkapkan Jared Kushner, menantu sekaligus mantan penasihat Presiden AS Donald Trump, tengah berkoordinasi dengan Israel untuk mendorong penghentian serangan di Gaza.
Dahlan menyebut komunikasi dengan Washington masih terus berlangsung guna memastikan seluruh poin kesepakatan dapat diimplementasikan. Meski demikian, ia menilai keberhasilan proses perdamaian sangat bergantung pada kesediaan Israel menghentikan operasi militernya di Jalur Gaza. (*)
Editor : Jamil Qasim