Jepang Berhasil! Roket H3 Bawa Satelit Michibiki No. 7 ke Orbit

JawaPos • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:55 WIB
Roket H3 No. 9 yang membawa satelit penentuan posisi Michibiki No. 7 saat diluncurkan dari Pusat Antariksa Tanegashima, Prefektur Kagoshima, pada Selasa 11 Agustus 2026. Foto: Kyodo
Roket H3 No. 9 yang membawa satelit penentuan posisi Michibiki No. 7 saat diluncurkan dari Pusat Antariksa Tanegashima, Prefektur Kagoshima, pada Selasa 11 Agustus 2026. Foto: Kyodo

batampos - Jepang kembali mencatatkan pencapaian penting dalam pengembangan teknologi antariksa setelah berhasil meluncurkan roket H3 No. 9 yang membawa satelit navigasi Michibiki No. 7 ke orbit sesuai rencana. Misi ini sempat mengalami dua kali penundaan akibat topan dan kondisi cuaca yang tidak mendukung.

Berdasarkan laporan Kyodo, peluncuran dilakukan dari Tanegashima Space Center, Pulau Tanegashima, pada Selasa pagi waktu setempat. Roket H3 No. 9 mengangkut satelit Michibiki No. 7 yang menjadi bagian dari Quasi-Zenith Satellite System (QZSS), sistem navigasi satelit milik Jepang.

QZSS dirancang untuk meningkatkan akurasi layanan penentuan posisi di Jepang dan kawasan sekitarnya. Sistem ini mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari navigasi kendaraan, telepon pintar, hingga layanan yang memerlukan data lokasi dengan presisi tinggi.

Semula, peluncuran dijadwalkan berlangsung pada Jumat. Namun, jadwal harus diundur ke Senin karena topan yang melintas di wilayah peluncuran. Kondisi cuaca yang kembali memburuk memaksa JAXA menunda misi selama satu hari sebelum akhirnya peluncuran dapat dilaksanakan dengan sukses.

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi program satelit navigasi Jepang. Saat ini, lima satelit Michibiki telah beroperasi menyediakan layanan penentuan posisi. Pemerintah Jepang menargetkan tujuh satelit aktif di orbit agar sistem navigasi nasional dapat beroperasi secara penuh tanpa bergantung pada satelit milik negara lain.

Naca Juga: Terbongkar! 51 Ayam Bangkok Diselundupkan ke Batam

Misi tersebut juga menjadi momentum positif bagi roket H3, kendaraan peluncuran generasi terbaru Jepang yang dikembangkan sebagai penerus roket H2A. Meski diharapkan menjadi tulang punggung program antariksa nasional, perjalanan H3 masih diwarnai sejumlah tantangan.

Pada Desember tahun lalu, Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) meluncurkan Michibiki No. 5 menggunakan roket H3. Misi itu gagal menempatkan satelit ke orbit sehingga berdampak pada penundaan peluncuran Michibiki No. 7 yang semula dijadwalkan pada Februari.

Usai kegagalan roket H3 No. 8, JAXA melakukan investigasi dan perbaikan terhadap sistem peluncuran. Hasilnya mulai terlihat ketika roket H3 kembali sukses mengantarkan sejumlah satelit mini ke orbit pada Juni lalu.

Keberhasilan peluncuran H3 No. 9 sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap roket generasi baru Jepang. Di sisi lain, pencapaian ini mendukung ambisi Negeri Sakura untuk membangun sistem navigasi satelit yang lebih mandiri, akurat, dan mampu menunjang berbagai sektor strategis di masa depan. (*)

Editor : Putut Ariyo
Roket H3 JAXA Michibiki Satelit Navigasi jepang