Canggih! Satelit Fengyun Tiongkok Awasi Topan Dolphin dari Luar Angkasa

JawaPos • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:30 WIB
Foto drone yang diambil pada 10 Agustus 2026 menunjukkan pompa berdaya tinggi menguras air banjir dari sebuah jalan di kota Shangtang di Wenzhou, provinsi Zhejiang, Tiongkok. Foto: Xinhua
Foto drone yang diambil pada 10 Agustus 2026 menunjukkan pompa berdaya tinggi menguras air banjir dari sebuah jalan di kota Shangtang di Wenzhou, provinsi Zhejiang, Tiongkok. Foto: Xinhua

batampos - Satelit meteorologi Fengyun milik Tiongkok memainkan peran penting dalam memantau pergerakan Topan Dolphin melalui sistem observasi multisatelit yang terkoordinasi. Teknologi ini memberikan dukungan data penting bagi otoritas meteorologi dalam memprediksi arah dan perkembangan badai secara lebih akurat.

Akademi Teknologi Penerbangan Luar Angkasa Shanghai (Shanghai Academy of Spaceflight Technology/SAST) mengungkapkan bahwa satelit Fengyun-4C dan Fengyun-4B bekerja secara bersamaan untuk mengawasi perkembangan Topan Dolphin sejak terbentuk di Samudra Pasifik hingga bergerak menuju wilayah pesisir Tiongkok.

Fengyun-4C yang ditempatkan di posisi 133 derajat bujur timur saat ini disebut sebagai satelit geostasioner paling canggih di dunia untuk pemantauan atmosfer secara komprehensif. Posisi tersebut memungkinkan satelit mengawasi kawasan Pasifik barat laut yang dikenal sebagai wilayah rawan pembentukan topan.

Satelit ini dibekali berbagai instrumen canggih, seperti radiometer pencitraan pemindai multikanal dan pencitra pemetaan petir, yang mampu menangkap informasi secara real-time mengenai struktur awan, aktivitas konveksi kuat, hingga intensitas sambaran petir. Data tersebut membantu mendeteksi tanda-tanda penting selama fase penguatan cepat Topan Dolphin.

Saat topan bergerak semakin dekat ke daratan Tiongkok, Fengyun-4B yang berada di 105 derajat bujur timur mengambil peran dengan sudut pengamatan yang lebih optimal untuk memantau wilayah pesisir.

Baca Juga: 6.099 Warga Natuna Kehilangan JKN PBI Mulai 1 September, Ini Penjelasan Dinkes

Menurut SAST, satelit tersebut mampu melakukan pemantauan berfrekuensi tinggi dengan interval pengamatan setiap satu menit serta resolusi mencapai 250 meter. Kemampuan ini memungkinkan pemantauan yang lebih rinci terhadap pergerakan topan beserta sistem cuaca berskala meso yang menyertainya.

Selain satelit geostasioner, jaringan pemantauan juga diperkuat oleh satelit meteorologi orbit rendah Fengyun-3. Satelit ini memanfaatkan kombinasi berbagai instrumen untuk mengamati struktur internal topan dari beragam sudut dan waktu pengamatan.

Perangkat seperti pencitra gelombang mikro, sensor suhu dan kelembapan gelombang mikro, serta radar pengukur presipitasi memungkinkan satelit menembus lapisan awan tebal dan hujan. Dengan teknologi tersebut, satelit dapat mengumpulkan data mengenai profil suhu, kelembapan, distribusi uap air, hingga dinamika curah hujan di dalam sistem badai.

SAST menyebutkan bahwa kombinasi observasi multisatelit ini memungkinkan karakterisasi Topan Dolphin secara menyeluruh, mulai dari pita awan terluar hingga inti badai. Informasi tersebut menjadi dasar penting dalam meningkatkan akurasi prakiraan cuaca serta mitigasi potensi dampak bencana akibat topan. (*)

Editor : Putut Ariyo
Fengyun Topan Dolphin Satelit Tiongkok Meteorologi cuaca