Karoline Leavitt Mundur dari Juru Bicara Gedung Putih, Pilih Fokus pada Keluarga

jpg • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:01 WIB
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt. (CNBC)
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt. (CNBC)

batampos – Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt akan meninggalkan jabatannya pada akhir Agustus 2026. Keputusan tersebut diambil setelah Leavitt ingin lebih banyak meluangkan waktu bersama dua anak dan keluarganya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keputusan tersebut pada Rabu (12/8) waktu setempat. Trump menyatakan memahami sekaligus menghormati pilihan Leavitt untuk memprioritaskan keluarganya.

Leavitt, 28 tahun, menjabat sebagai sekretaris pers Gedung Putih sejak Trump kembali memimpin Amerika Serikat pada Januari 2025. Ia tercatat sebagai orang termuda yang pernah menduduki posisi tersebut.

Baca Juga: Wamenag: Kasus Promosi Miras Pakai Surah Ad-Duha Jangan Berhenti di Permintaan Maaf

Meski meninggalkan jabatan resminya, Leavitt tidak sepenuhnya keluar dari lingkaran politik Trump. Trump menyebutnya akan menjadi salah satu penasihat eksternalnya dan turut membantu Partai Republik menghadapi pemilu paruh waktu atau midterm elections pada November mendatang.

Keputusan mundur tersebut datang kurang dari sebulan setelah Leavitt kembali menjalankan tugasnya di Gedung Putih usai cuti melahirkan. Ia melahirkan putrinya, Viviana, pada 1 Mei 2026 dan kembali tampil dalam pengarahan pers Gedung Putih pada 16 Juli.

Leavitt memiliki dua anak bersama suaminya, Nicholas Riccio, seorang pengembang properti.

Sulit Membagi Waktu

Melalui unggahan di media sosial X, Leavitt mengungkapkan bahwa masa setelah kelahiran anak keduanya menjadi salah satu periode paling berharga sekaligus menantang dalam hidupnya.

Ia mengaku mulai menyadari sulitnya membagi perhatian antara tugas sebagai sekretaris pers Gedung Putih dengan tanggung jawab sebagai seorang ibu.

Baca Juga: BYD Salip Suzuki! Ini 10 Merek Mobil Terlaris Juli 2026

Menurut Leavitt, posisi tersebut membutuhkan waktu, energi, dan perhatian yang sangat besar. Kondisi itu membuatnya merasa tidak dapat memberikan perhatian yang cukup kepada kedua anaknya.

Karena itu, ia akhirnya memutuskan meninggalkan Gedung Putih dan memulai babak baru dalam kehidupannya.

Meski demikian, Leavitt diperkirakan tetap memiliki peran dalam politik Amerika Serikat melalui posisinya sebagai penasihat eksternal Trump dan keterlibatannya dalam menghadapi pemilu sela November.

Jabatan sekretaris pers Gedung Putih sendiri merupakan salah satu posisi komunikasi paling penting dalam pemerintahan AS. Pejabat yang mendudukinya menjadi penghubung utama antara Gedung Putih dan media serta menyampaikan kebijakan dan agenda presiden kepada publik.

Pengunduran diri Leavitt menambah perubahan dalam jajaran komunikasi pemerintahan Trump. Pada periode pertama kepemimpinan Trump, Gedung Putih tercatat memiliki empat sekretaris pers sepanjang Januari 2017 hingga Januari 2021. (*)

Editor : Jamil Qasim
Karoline Leavitt Sekretaris Pers Gedung Putih mundur