batampos – Rusia dan Korea Utara (Korut) disebut tengah mempertimbangkan rencana pengerahan tambahan pasukan Korut ke tiga wilayah Rusia bagian barat yang berbatasan dengan Ukraina.
Badan Intelijen Pertahanan Ukraina menyebut pengerahan tersebut bertujuan memungkinkan lebih banyak unit Rusia dipindahkan ke garis depan perang di Ukraina.
Menurut intelijen Ukraina, jumlah pasukan Korut yang dikerahkan ke Rusia diproyeksikan meningkat hingga sekitar 50.000 tentara pada akhir November 2026. Pasukan tersebut disebut akan membantu Rusia dalam upaya merebut wilayah Donbas, yang mencakup Luhansk dan Donetsk, pada akhir tahun.
Rencana tersebut masih bersifat sementara dan disebut telah diperoleh Badan Intelijen Pertahanan Ukraina dari dokumen militer Rusia.
Ukraina mengeklaim lebih dari 42.000 tentara Rusia tewas atau terluka sepanjang Juli. Kondisi tersebut disebut menjadi salah satu alasan Moskow membutuhkan tambahan personel untuk mempertahankan operasi militernya.
Pasukan Korut Dikerahkan ke Tiga Wilayah
Lebih dari 10.000 tentara Korut sebelumnya telah dikerahkan ke wilayah Rusia dan terlibat dalam pertempuran melawan pasukan Ukraina.
Sebagian besar pasukan tersebut ditempatkan di Kursk. Namun, rencana terbaru memungkinkan pasukan Korut mengambil alih sejumlah tugas militer Rusia di wilayah Bryansk dan Belgorod.
Badan intelijen Ukraina memperkirakan sekitar 9.500 pasukan darat Korut saat ini masih berada di Rusia.
Selain pasukan darat, Korut disebut mulai mengerahkan sekitar 90 personel pasukan rudal ke wilayah Voronezh di bagian selatan Rusia.
Rusia dan Korut diketahui menandatangani pakta kemitraan strategis pada 2024. Perjanjian tersebut mencakup komitmen dukungan timbal balik apabila salah satu negara menghadapi situasi darurat.
Seorang pejabat intelijen Ukraina mengatakan persetujuan akhir terkait rencana pengerahan tambahan pasukan tersebut diperkirakan akan diberikan langsung oleh para pemimpin kedua negara.
Korut Disebut Pasok Rudal ke Rusia
Selain mengirim personel militer, Pyongyang juga disebut memberikan dukungan persenjataan kepada Moskow.
Intelijen Ukraina menyebut Korut baru-baru ini menyediakan tambahan sekitar 40 rudal balistik kepada Rusia. Rudal tersebut diduga telah digunakan dalam serangan terhadap sejumlah wilayah Ukraina.
Rudal-rudal tersebut kemungkinan digunakan pada akhir Juli di sekitar Kryvyi Rih, wilayah Dnipropetrovsk, serta pada awal Agustus di wilayah Zaporizhzhia.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan dampak yang lebih luas apabila pasukan Korut terus memperoleh pengalaman tempur dalam perang Rusia-Ukraina.
Dalam pernyataan video yang dirilis Senin, Zelenskyy mengatakan pengalaman tempur yang diperoleh pasukan Korut dapat meningkatkan ancaman terhadap negara-negara lain di kawasan Asia Timur.
Menurutnya, kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan risiko keamanan bagi Jepang dan Korea Selatan. (*)
Editor : Jamil Qasim