Ratusan Pemukim Israel Masuk Masjid Al-Aqsa Dikawal Aparat, Ketegangan di Yerusalem Timur Kembali Me

JawaPos • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:47 WIB
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengunjungi halaman Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada 23 Juli 2026. (Reuters)
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengunjungi halaman Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada 23 Juli 2026. (Reuters)

batampos – Ratusan pemukim Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Kamis (13/8/2026) waktu setempat dengan pengawalan aparat keamanan Israel. Aksi tersebut kembali memicu ketegangan di kawasan yang menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina.

Mengutip TRT World, sedikitnya 584 pemukim Israel memasuki kompleks Al-Aqsa melalui Gerbang Maroko, pintu masuk yang berada di sisi barat kawasan suci tersebut.

Pejabat Departemen Wakaf Islam Yerusalem menyebut jumlah pemukim yang memasuki kompleks berpotensi bertambah sepanjang hari.

Lakukan Ritual Keagamaan di Dalam Kompleks

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sejumlah kelompok pemukim tidak hanya melakukan kunjungan, tetapi juga menjalankan ritual keagamaan berupa doa dan tarian di dalam kompleks.

Aktivitas tersebut dinilai bertentangan dengan status quo yang selama puluhan tahun mengatur tata kelola dan aktivitas keagamaan di kawasan Masjid Al-Aqsa.

Status quo tersebut pada prinsipnya mengatur bahwa kompleks Al-Aqsa dikelola oleh otoritas Wakaf Islam, sementara pengamanan berada di bawah kendali Israel. Pengaturan itu juga membatasi bentuk aktivitas keagamaan di dalam kompleks.

Dikawal Aparat Keamanan Israel

Masuknya ratusan pemukim berlangsung di bawah pengamanan aparat keamanan Israel.

Peristiwa serupa telah berulang sejak 2003, ketika otoritas Israel mulai mengizinkan kelompok pemukim memasuki kompleks Al-Aqsa pada waktu-waktu tertentu.

Kegiatan tersebut umumnya tidak berlangsung pada Jumat dan Sabtu, namun sering meningkat pada hari-hari besar dalam kalender Ibrani. Insiden kali ini terjadi bertepatan dengan hari pertama bulan baru kalender Ibrani.

Kawasan Suci yang Sarat Sengketa

Masjid Al-Aqsa merupakan situs suci ketiga bagi umat Islam setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Di sisi lain, umat Yahudi menyebut kawasan yang lebih luas itu sebagai Temple Mount, yang diyakini sebagai lokasi berdirinya dua kuil Yahudi kuno.

Kompleks tersebut berada di Yerusalem Timur, wilayah yang diduduki Israel sejak Perang Arab-Israel 1967 dan kemudian dianeksasi pada 1980. Aneksasi tersebut tidak diakui oleh sebagian besar komunitas internasional.

Karena memiliki nilai historis, politik, dan keagamaan yang sangat tinggi bagi kedua belah pihak, setiap perubahan aktivitas di kawasan Al-Aqsa kerap memicu ketegangan yang lebih luas.

Peristiwa masuknya ratusan pemukim Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa dengan pengawalan aparat keamanan kembali menyoroti rapuhnya situasi di Yerusalem Timur serta sensitifnya penerapan status quo di kawasan tersebut. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
konflik Timur Tengah Israel Palestina Masjid Al Aqsa Yerusalem Timur Pemukim Israel