Banjir dan Longsor Hantam Filipina, 23 Orang Tewas dan Ribuan Mengungsi

JawaPos • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:52 WIB
Arsip – Seorang wanita menggunakan payung untuk menghindari hujan lebat akibat topan Gaemi di Kota Quezon, Filipina, beberapa waktu lalu. Foto: ANTARA/Xinhua/Rouelle Umali
Arsip – Seorang wanita menggunakan payung untuk menghindari hujan lebat akibat topan Gaemi di Kota Quezon, Filipina, beberapa waktu lalu. Foto: ANTARA/Xinhua/Rouelle Umali

batampos  – Sedikitnya 23 orang meninggal dunia dan ribuan warga mengungsi di berbagai wilayah Filipina setelah hujan lebat memicu banjir dan tanah longsor.

Cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi monsun barat daya serta keberadaan siklon tropis Luis dan Maymay. Wilayah Luzon dan sebagian Visayas menjadi daerah yang terdampak cukup parah.

Dewan Penanggulangan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina (NDRRMC) dalam laporan terbarunya, Senin (17/8/2026), menyebut banjir dan longsor meluas hingga memaksa warga meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat penampungan sementara.

Banjir Ganggu Aktivitas Warga

Luapan sungai dan sejumlah ruas jalan yang tidak dapat dilalui membuat aktivitas masyarakat terganggu.

Pemerintah daerah bersama berbagai lembaga nasional terus melakukan operasi penyelamatan dan evakuasi. Bantuan juga disalurkan kepada warga yang terdampak bencana.

Kerusakan dilaporkan terjadi pada sejumlah jalan, jembatan dan kawasan pertanian di beberapa provinsi.

Kerusakan infrastruktur tersebut tidak hanya menghambat transportasi, tetapi juga mengganggu mata pencaharian masyarakat yang terdampak.

Selain itu, banjir menyebabkan pemadaman listrik dan gangguan pasokan air di sejumlah wilayah.

Tim penilai masih melakukan verifikasi terhadap laporan kerusakan dan korban dari berbagai daerah karena kondisi cuaca masih berubah.

Warga di Daerah Rawan Diminta Waspada

NDRRMC memperingatkan potensi hujan berkala masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Warga yang tinggal di daerah rendah serta kawasan yang rawan banjir dan tanah longsor diminta meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta mengikuti arahan evakuasi yang dikeluarkan pemerintah setempat apabila kondisi semakin memburuk. 

Sementara itu, operasi penanganan bencana masih berlangsung. Aparat dan petugas terkait terus berupaya membuka kembali akses menuju komunitas yang terisolasi sekaligus menyalurkan bantuan kepada keluarga yang mengungsi.

Pemerintah Filipina masih melakukan pendataan dan verifikasi dampak bencana untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat segera dipenuhi. (*)

Editor : Putut Ariyo
siklon tropis banjir tanah longsor filipina bencana alam