Ketua Parlemen Iran Tuduh AS “Mencekik” Iran untuk Paksa Konsesi

Antara • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:31 WIB
Arsip foto - Selat Hormuz. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)
Arsip foto - Selat Hormuz. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)

batampos – Ketua Parlemen Iran Mohammed Bagher Ghalibaf menuding Amerika Serikat (AS) berupaya “mencekik Iran” untuk memaksa Teheran memberikan konsesi yang menurutnya tidak pernah menjadi bagian dari kesepakatan antara kedua negara.

“Orang-orang Amerika berpikir dengan mencekik Iran, mereka akan meraih konsesi yang tidak pernah menjadi bagian dalam kesepakatan,” kata Ghalibaf dalam unggahan di media sosial, Selasa.

Ghalibaf juga melontarkan kritik terhadap Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. Ia menilai kedua pejabat tersebut semakin kehilangan kendali dalam menghadapi konflik dan ketegangan dengan Iran.

“Berhenti menunggu kru badut untuk menarik kelinci dari topinya dan bersihkan kekacauan yang kalian buat,” ujar Ghalibaf.

Ketegangan antara Teheran dan Washington sebelumnya sempat mereda setelah kedua pihak meneken nota kesepahaman pada pertengahan Juni lalu. Kesepakatan tersebut ditujukan untuk mengakhiri permusuhan sekaligus membuka jalan bagi dialog guna mencapai penyelesaian konflik secara permanen.

Kesepakatan itu tercapai melalui mediasi Pakistan dan Qatar yang berupaya menjembatani kepentingan kedua pihak.

Namun, proses dialog kemudian terhenti di tengah jalan. Perselisihan terkait sejumlah ketentuan dalam memorandum serta persoalan pelayaran di Selat Hormuz menjadi salah satu hambatan dalam pembicaraan.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi dunia karena menjadi salah satu jalur utama pengiriman komoditas energi dari kawasan Teluk menuju pasar global.

Pernyataan Ghalibaf menunjukkan masih kuatnya ketegangan antara Iran dan AS meski sebelumnya telah ada upaya diplomatik untuk membuka kembali ruang dialog. Teheran menegaskan tidak ingin memberikan konsesi di luar kesepakatan yang telah disepakati kedua pihak. (*)

Editor : Jamil Qasim
parlemen Iran AS Paksa Konsesi