Pendiri Evergrande Xu Jiayin Divonis Penjara Seumur Hidup

Antara • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:01 WIB
 Pendiri raksasa properti China Evergrande Group, Xu Jiayin. F.chatgpt.com
Pendiri raksasa properti China Evergrande Group, Xu Jiayin. F.chatgpt.com

batampos – Pendiri raksasa properti China Evergrande Group, Xu Jiayin atau Hui Ka Yan dalam bahasa Kanton, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena terbukti melakukan serangkaian tindak pidana terkait perusahaan yang dipimpinnya.

Putusan tersebut dijatuhkan Pengadilan Tingkat Menengah Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, China, Kamis (20/8/2026).

Selain hukuman penjara seumur hidup, Xu juga dijatuhi pencabutan hak politik seumur hidup serta penyitaan seluruh harta kekayaan pribadinya.

Evergrande Group juga dikenai denda sebesar 8,82 miliar yuan atau sekitar Rp23,25 triliun. Sementara Evergrande Real Estate didenda 7 miliar yuan atau sekitar Rp18,46 triliun.

Media pemerintah China melaporkan, pengadilan juga memerintahkan agar kekayaan Xu yang diperoleh secara melawan hukum terus ditelusuri dan disita. Jika hasil pemulihan aset tidak mencukupi, pihak terkait diwajibkan membayar ganti rugi sesuai ketentuan hukum.

Pengadilan menilai Xu merupakan pengendali sebenarnya Evergrande Group dan bertanggung jawab atas kegiatan operasional perusahaan tersebut. Ia juga mengendalikan sejumlah perusahaan di bawah grup, termasuk Evergrande Real Estate, Evergrande Wealth dan Evergrande Nanchang.

Manipulasi Laporan Keuangan

Dalam putusannya, pengadilan menyatakan Evergrande Group, Evergrande Real Estate dan Xu melakukan berbagai tindak pidana sepanjang 2016 hingga 2021.

Mereka disebut menggunakan berbagai cara untuk memalsukan laporan keuangan secara berkelanjutan dan dalam skala besar. Modus tersebut antara lain menggelembungkan nilai aset serta menyembunyikan kewajiban utang.

Selain itu, sejumlah tindak pidana lain juga dilakukan, termasuk penghimpunan dana masyarakat secara ilegal, penipuan dalam penghimpunan dana, penerbitan surat utang secara curang, serta pengungkapan informasi penting yang melanggar hukum.

Evergrande Group dan Xu juga dinilai memperoleh kendali atas sejumlah lembaga keuangan melalui praktik penyuapan. Setelah itu, mereka diduga menarik dan menggunakan dana kredit serta dana asuransi secara ilegal untuk kepentingan perusahaan.

Xu juga dinilai memanfaatkan posisinya sebagai Ketua Evergrande Real Estate untuk mengorganisasi pemalsuan laporan keuangan dan menguasai aset perusahaan dengan dalih pembagian dividen.

Pengadilan menyatakan tindak pidana yang dilakukan Evergrande Group, Evergrande Real Estate dan Xu telah berdampak serius terhadap tatanan ekonomi pasar properti China.

Perbuatan tersebut juga dinilai merugikan kepentingan publik maupun pribadi, mencederai integritas pelaksanaan tugas pejabat negara, serta menimbulkan kerugian ekonomi dan dampak sosial yang sangat besar.

56 Orang Turut Divonis

Pada hari yang sama, Pengadilan Rakyat Menengah Kota Shenzhen dan Pengadilan Rakyat Distrik Nanshan juga menjatuhkan hukuman terhadap sejumlah pihak yang terlibat dalam perkara terkait Evergrande.

Sebanyak 56 orang, termasuk Zhen Litao, Ke Peng, Xu Tenghe, Xu Zhijian, Du Liang dan Liang Dong, dijatuhi hukuman penjara dengan masa hukuman antara 18 tahun hingga satu tahun 10 bulan.

Mereka juga dikenai denda atau penyitaan harta kekayaan sesuai dengan peran dan tindak pidana masing-masing.

Raksasa Properti dengan Utang Lebih dari US$300 Miliar

Evergrande pernah menjadi salah satu pengembang properti terbesar di China. Namun, perusahaan tersebut mulai mengalami tekanan utang sejak 2020 setelah pemerintah China memperketat aturan terhadap pinjaman berlebihan perusahaan properti.

Utang Evergrande kemudian membengkak hingga lebih dari 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp5,32 kuadriliun. Perusahaan tersebut akhirnya diperintahkan untuk menjalani proses likuidasi ketika krisis properti China semakin memburuk.

Evergrande didirikan pada 1996 dan berkembang menjadi kelompok usaha dengan berbagai sektor bisnis, antara lain properti, kendaraan energi baru, jasa pengelolaan properti hingga pariwisata.

Evergrande Real Estate disebut memiliki lebih dari 1.300 proyek di lebih dari 280 kota di China. Sementara Evergrande Property Services mengelola sekitar 3.000 proyek dengan total area pengelolaan lebih dari 509 juta meter persegi dan total area kontrak lebih dari 812 juta meter persegi.

Salah satu proyek terbesar grup tersebut adalah Ocean Flower Island di Danzhou, Provinsi Hainan. Kawasan wisata terpadu itu memiliki luas sekitar 7,8 kilometer persegi dan mencakup fasilitas akomodasi, pariwisata, belanja, hiburan, konferensi, kesehatan hingga budaya.

Vonis terhadap Xu Jiayin menjadi salah satu babak penting dalam penanganan kasus keuangan yang berkaitan dengan runtuhnya salah satu perusahaan properti terbesar China tersebut. (*)

Editor : Jamil Qasim
Pendiri Evergrande Xu Jiayin Penjara Seumur Hidup