Taiwan Naikkan Anggaran Pertahanan Rp623 Triliun, Ketegangan dengan Tiongkok Meningkat

JawaPos • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:00 WIB
Ilustrasi – Distrik Ximending, kawasan bisnis tersibuk di pusat Kota Taipei, Taiwan, yang tidak pernah sepi. Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie/am.
Ilustrasi – Distrik Ximending, kawasan bisnis tersibuk di pusat Kota Taipei, Taiwan, yang tidak pernah sepi. Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie/am.

batampos – Pemerintah Taiwan secara resmi mengusulkan anggaran pertahanan sebesar 1,12 triliun dolar Taiwan atau sekitar Rp623,8 triliun untuk tahun 2027. Usulan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Tiongkok yang terus mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

Executive Yuan atau Kabinet Taiwan menyatakan anggaran pertahanan tersebut setara dengan 3,01 persen dari proyeksi produk domestik bruto (PDB) Taiwan pada 2027.

Presiden Taiwan Lai Ching-te mengatakan anggaran pertahanan tahun depan, yang mencakup anggaran rutin dan anggaran khusus, untuk pertama kalinya akan melampaui 1 triliun dolar Taiwan atau sekitar Rp556,7 triliun.

Menurut Lai, peningkatan anggaran tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat kemampuan pertahanan sekaligus menjaga stabilitas kawasan.

"Berinvestasi dalam pertahanan berarti berinvestasi dalam perdamaian. Kami akan terus memperkuat kemampuan pertahanan dan menjaga perdamaian serta stabilitas di Selat Taiwan dan kawasan yang lebih luas," kata Lai dalam pengarahan anggaran pemerintah.

Peningkatan anggaran pertahanan Taiwan juga sejalan dengan dorongan Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump yang meminta negara-negara mitranya meningkatkan kontribusi terhadap pembiayaan pertahanan masing-masing.

Hubungan Taiwan dan Tiongkok terus memanas sejak Lai Ching-te menjabat sebagai presiden pada 2024. Beijing menilai Lai sebagai tokoh separatis yang mendorong kemerdekaan Taiwan.

Pekan lalu, Taiwan juga menyelesaikan latihan militer tahunan Han Kuang yang mensimulasikan berbagai skenario pertahanan, termasuk menghadapi kemungkinan pendaratan amfibi pasukan Tiongkok.

Kementerian Pertahanan Tiongkok mengecam latihan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang hanya membuang anggaran serta sumber daya. Beijing juga menuding pemerintah Partai Progresif Demokratik (DPP) sengaja menciptakan kepanikan terkait ancaman perang.

Ketegangan di Selat Taiwan terus menjadi perhatian dunia karena kawasan tersebut merupakan salah satu jalur perdagangan dan pelayaran internasional yang strategis.  (*)

 

Editor : Putut Ariyo
anggaran pertahanan Lai Ching-te Selat Taiwan tiongkok taiwan