batampos – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai Iran belum siap mencapai kesepakatan yang dianggap tepat dengan Washington di tengah tekanan ekonomi yang semakin diperketat terhadap Teheran.
“Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi menurut pendapat saya mereka belum siap untuk membuat kesepakatan yang tepat,” kata Trump sebelum bertolak ke Carolina Selatan untuk menghadiri kegiatan kampanye, Kamis (20/8).
Trump juga menepis anggapan bahwa meningkatnya tekanan ekonomi terhadap Iran akan mempersempit pilihan Amerika Serikat, termasuk opsi militer.
Menurut Trump, Washington saat ini ingin melihat dampak tekanan ekonomi terhadap Iran yang telah berada dalam konflik dengan AS selama hampir enam bulan.
“Mereka tidak memiliki uang, tidak memiliki angkatan laut, tidak memiliki angkatan udara, mereka tidak membayar tentara mereka, mereka tidak membayar polisi mereka. Inflasi mereka mencapai 350 persen,” ujar Trump, menggambarkan kondisi ekonomi dan militer Iran.
Trump juga mengklaim Amerika Serikat masih memiliki “kendali penuh” atas wilayah di sekitar Selat Hormuz, termasuk jalur perairan strategis dan wilayah daratan di bagian selatan Iran.
Lalu Lintas Selat Hormuz Anjlok
Di sisi lain, aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz masih jauh di bawah tingkat sebelum konflik. Risiko keamanan dan serangkaian serangan terhadap kapal komersial di perairan regional membuat pelaku pelayaran berhati-hati.
Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) pada Jumat (21/8) melaporkan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz telah turun sekitar 90 persen dibandingkan kondisi sebelum perang.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia karena menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk.
Pada Juni lalu, Amerika Serikat dan Iran sempat menandatangani nota kesepahaman yang menyerukan penghentian permusuhan serta pemulihan aktivitas pelayaran melalui selat tersebut.
Namun, kesepakatan itu tidak berjalan sesuai rencana. Perselisihan terkait mekanisme pelaksanaan dan masa depan navigasi di Selat Hormuz membuat kesepakatan tersebut gagal diterapkan secara efektif.
Konflik AS-Israel dan Iran
Konflik antara Iran dan AS-Israel bermula pada akhir Februari ketika serangan mendadak dilancarkan terhadap sejumlah sasaran di Iran.
Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan terhadap target-target di Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.
Situasi tersebut meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah dan berdampak terhadap keamanan jalur pelayaran, termasuk Selat Hormuz yang menjadi salah satu titik vital bagi perdagangan energi global.
Editor : Jamil Qasim