Anak 7 Tahun Ditinggal Ayah Sendirian di Gunung Fuji karena Kelelahan

jpg • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Fujiyama F. Unsplash
Fujiyama F. Unsplash

batampos – Pendakian Gunung Fuji yang seharusnya menjadi pengalaman keluarga justru berakhir dengan insiden yang melibatkan seorang anak berusia 7 tahun. Bocah asal Nagoya, Jepang, itu ditinggalkan sendirian oleh ayahnya di jalur pendakian setelah mengeluh kelelahan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis ketika sang anak mendaki Jalur Fujinomiya bersama ayahnya yang berusia 48 tahun dan kakaknya yang masih duduk di kelas satu sekolah menengah pertama atau berusia sekitar 12–13 tahun.

Saat rombongan mencapai sekitar pos keenam dari total 10 pos menuju puncak, sang anak mulai mengeluh lelah dan tidak ingin melanjutkan perjalanan.

Alih-alih menghentikan pendakian atau membawa kedua anaknya kembali turun, sang ayah meminta anak bungsunya menunggu di lokasi. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan menuju puncak bersama anak sulungnya.

Keputusan tersebut membuat bocah 7 tahun itu harus berada seorang diri di kawasan Gunung Fuji selama beberapa waktu.

Anak Ditemukan Pekerja Pondok Gunung

Berdasarkan informasi dari situs resmi pendakian Gunung Fuji, perjalanan dari pos keenam Jalur Fujinomiya menuju puncak membutuhkan waktu lebih dari lima jam. Sementara perjalanan turun dari puncak menuju pos keenam memerlukan waktu sekitar 2,5 jam.

Dengan demikian, sang ayah berpotensi meninggalkan anaknya selama lebih dari tujuh jam jika benar-benar menyelesaikan pendakian hingga puncak dan kembali ke lokasi.

Beruntung, bocah tersebut tidak harus menunggu selama itu.

Sekitar pukul 07.40 waktu setempat, seorang pekerja pondok gunung di dekat pos keenam melihat anak tersebut duduk sendirian di sebuah bangku.

Pekerja tersebut kemudian mengajak sang anak masuk ke pondok untuk berlindung dan menghubungi polisi.

Petugas yang datang ke lokasi kemudian berhasil mengetahui identitas ayah anak tersebut. Polisi juga berhasil menghubunginya ketika sang ayah diketahui sudah berada di sekitar pos kedelapan.

Polisi kemudian meminta sang ayah kembali ke pos keenam untuk menjemput anaknya.

Cuaca Gunung Fuji Bisa Berubah Cepat

Belum diketahui secara pasti berapa lama bocah tersebut ditinggalkan. Namun, berdasarkan estimasi waktu pendakian di Jalur Fujinomiya, perjalanan dari stasiun keenam menuju stasiun kedelapan membutuhkan waktu sekitar tiga jam.

Hal itu mengindikasikan sang ayah kemungkinan meninggalkan anaknya sekitar pukul 04.30 atau tidak lama setelahnya.

Kondisi di lokasi juga menjadi perhatian karena ketika bocah tersebut ditemukan, hujan sedang turun dan kabut mulai muncul.

Cuaca di Gunung Fuji dapat berubah dengan cepat dan tidak terduga. Perubahan tersebut dapat memengaruhi jarak pandang, kondisi jalur, serta keselamatan pendaki.

Beruntung, anak tersebut tidak mengalami cedera dan akhirnya berhasil dipertemukan kembali dengan ayahnya.

Polisi Ingatkan Pendaki Tak Tinggalkan Anggota Rombongan

Polisi menegaskan bahwa meninggalkan anak seorang diri di jalur pendakian merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan, meskipun keputusan tersebut diambil karena ingin melanjutkan pendakian.

"Walaupun harus menyerah untuk mendaki gunung bersama, meninggalkan seorang anak tetap tidak dapat diterima," kata polisi kepada sang ayah.

Sang ayah mengakui kesalahannya dan menyatakan penyesalan.

"Saya mengambil keputusan terburu-buru dan sangat menyesalinya," ujarnya.

Polisi kemudian mengingatkan para pendaki agar memperhitungkan kemampuan seluruh anggota kelompok sebelum menentukan jarak dan target pendakian.

Kecepatan perjalanan dan rencana pendakian seharusnya disesuaikan dengan anggota rombongan yang memiliki stamina paling rendah. Dengan cara tersebut, seluruh anggota kelompok dapat tetap bersama dan risiko kecelakaan maupun kondisi darurat di jalur pendakian dapat diminimalkan. (*)

Editor : Putut Ariyo
Pendakian Gunung Anak 7 Tahun Berita Jepang gunung fuji jepang