Robot Humanoid Lari 100 Meter 9,39 Detik, Usain Bolt Terlampaui

JawaPos • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:30 WIB
Robot humanoid asal Tiongkok mencuri perhatian dalam ajang World Humanoid Robot Games di Beijing. (Kyodo)
Robot humanoid asal Tiongkok mencuri perhatian dalam ajang World Humanoid Robot Games di Beijing. (Kyodo)

batampos – Rekor dunia lari 100 meter milik Usain Bolt yang bertahan sejak 2009 kembali menjadi sorotan. Namun kali ini, catatan 9,58 detik tersebut berhasil dilampaui bukan oleh manusia, melainkan robot humanoid.

Robot Tiangong Ultra mencatat waktu 9,39 detik dalam nomor lari 100 meter pada ajang World Humanoid Robot Games 2026 di Beijing, China. Catatan tersebut dibuat pada babak penyisihan dan menjadi salah satu penampilan paling mencuri perhatian dalam kompetisi robot humanoid tersebut.

Tiangong Ultra dikembangkan oleh Beijing Humanoid Robot Innovation Center. Dalam perlombaan itu, Tiangong Ultra mengungguli Lightning, robot humanoid besutan Honor, yang menyelesaikan lomba dengan waktu 9,47 detik.

Dengan catatan 9,39 detik, Tiangong Ultra secara waktu mampu berlari lebih cepat dibandingkan rekor dunia manusia 100 meter. Namun, capaian tersebut berlangsung dalam konteks perlombaan robot humanoid sehingga tidak dapat dianggap sebagai pemecahan rekor atletik manusia resmi.

Robot Tumbang Setelah Mencapai Garis Finis

Kecepatan tinggi belum sepenuhnya diikuti kemampuan robot untuk menjaga keseimbangan setelah menyelesaikan lomba.

Setelah melewati garis finis, Tiangong Ultra dan sejumlah robot lainnya terlihat langsung menabrak bantalan pengaman di ujung lintasan. Beberapa robot bahkan harus mendapatkan bantuan manusia dan dievakuasi menggunakan tandu karena tidak mampu berjalan kembali setelah berlari.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan robot humanoid masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam menjaga keseimbangan, mengendalikan momentum, dan melakukan transisi gerakan setelah mencapai kecepatan tinggi.

Meski demikian, perkembangan performa Tiangong Ultra dalam setahun terakhir terbilang sangat signifikan.

Pada penyelenggaraan pertama World Humanoid Robot Games tahun sebelumnya, Tiangong Ultra menjadi pemenang nomor 100 meter dengan catatan waktu 21,5 detik. Setahun kemudian, waktu tersebut dipangkas hingga lebih dari separuhnya menjadi 9,39 detik.

Robot Humanoid Juga Ikut Half-Marathon

Kompetisi tidak hanya menguji kemampuan robot dalam nomor sprint. Sejumlah robot humanoid juga berpartisipasi dalam lomba half-marathon yang diikuti pengembang robot dari sejumlah perusahaan China.

Dalam nomor tersebut, robot Lightning dari Honor keluar sebagai pemenang dengan waktu 50 menit 26 detik.

Catatan tersebut menunjukkan kemampuan robot humanoid menempuh jarak jauh dengan kecepatan tinggi. Namun, perlombaan juga memperlihatkan sejumlah keterbatasan teknologi.

Beberapa robot mengalami tabrakan selama berada di lintasan. Insiden tersebut menunjukkan bahwa selain kecepatan, robot humanoid masih perlu meningkatkan kemampuan navigasi, keseimbangan, koordinasi gerakan, dan kemampuan beradaptasi terhadap kondisi di lintasan.

Ribuan Robot Ramaikan World Humanoid Robot Games 2026

World Humanoid Robot Games 2026 digelar di Beijing pada 22–26 Agustus 2026. Ajang tersebut mempertemukan ribuan robot humanoid dalam berbagai cabang olahraga.

Selain atletik, kompetisi mencakup sepak bola, tenis meja, tinju, dan sejumlah pertandingan lainnya.

Ajang ini menjadi wadah bagi pengembang untuk menguji kemampuan robot humanoid dalam situasi kompetitif yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, keseimbangan, koordinasi, dan daya tahan.

Capaian Tiangong Ultra di nomor 100 meter menjadi salah satu gambaran pesatnya perkembangan teknologi robot humanoid. Meski kemampuan robot masih memiliki sejumlah keterbatasan, peningkatan performanya menunjukkan bahwa mesin kini mampu mencapai tingkat kecepatan yang sebelumnya identik dengan kemampuan atlet manusia. (*)

Editor : Putut Ariyo
robot humanoid Tiangong Ultra Usain Bolt World Humanoid Robot Games 2026 teknologi