Iran Tuding AS Manipulasi Pasar Energi untuk Perpanjang Perang

Antara • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:30 WIB
Menlu Iran Abbas Araghchi. (Al-Jazeera)
Menlu Iran Abbas Araghchi. (Al-Jazeera)

batampos – Iran menuding sejumlah pihak di pemerintahan Amerika Serikat (AS) dan kelompok yang bersekutu dengan Israel berupaya memanipulasi pasar energi global untuk mendapatkan keuntungan sekaligus memperpanjang konflik dengan Teheran.

Tuduhan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui platform X, Sabtu (29/8). Namun, Araghchi tidak menyertakan bukti konkret untuk mendukung klaim tersebut.

"Data intelijen kami menunjukkan adanya upaya besar untuk memanipulasi pasar energi," kata Araghchi.

Menurut dia, sejumlah elemen di lingkungan pemerintahan AS memanfaatkan media untuk memengaruhi harga energi. Langkah tersebut, kata Araghchi, dilakukan demi kepentingan pribadi sekaligus menyeret Presiden AS Donald Trump ke dalam perang yang dinilainya merugikan.

"Aktor-aktor yang berafiliasi dengan Israel juga terus mendorong perang melalui penilaian-penilaian yang semu," ujarnya.

Araghchi juga menyebut dampak ekonomi dari situasi tersebut mulai dirasakan masyarakat AS. Meski demikian, dia tidak menjelaskan secara rinci pihak yang disebut terlibat maupun bagaimana dugaan manipulasi pasar energi itu dilakukan.

Tuduhan tersebut muncul di tengah konflik militer antara Iran dengan AS dan Israel yang disebut telah memicu ketidakpastian di sektor energi dan jalur pelayaran regional.

Salah satu titik krusial berada di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas alam cair dunia.

Dalam situasi tersebut, Iran membatasi lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Di sisi lain, AS menerapkan blokade laut dan memperketat sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Iran dan AS sebelumnya dilaporkan mencapai nota kesepahaman (MoU) pada Juni untuk menghentikan permusuhan. Kesepakatan tersebut mencakup sejumlah ketentuan terkait Selat Hormuz, pemulihan blokade laut AS, serta penghapusan sanksi terhadap Iran.

Namun, Teheran menegaskan normalisasi penuh navigasi di Selat Hormuz tetap bergantung pada komitmen Washington untuk menjalankan poin-poin kesepakatan tersebut. (*)

Editor : M Tahang
konflik Timur Tengah perang AS-Iran amerika serikat iran