Trump Pertimbangkan Akhiri Perang dengan Iran, Pentagon Perpanjang Penempatan Pasukan

Antara • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 16:31 WIB
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump. (Reuters)
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump. (Reuters)

batampos — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara pribadi tengah mempertimbangkan langkah untuk mengakhiri perang dengan Iran. Namun, di saat yang sama, Pentagon diam-diam memperpanjang penempatan pasukan AS di kawasan Timur Tengah.

Laporan The Wall Street Journal (WSJ), Rabu, menyebut Trump telah berdiskusi dengan sejumlah penasihat senior mengenai kemungkinan mengeluarkan pernyataan terkait "berakhirnya perang dengan Iran".

Langkah tersebut disebut mendapat dukungan dari Trump. Presiden AS itu meyakini tekanan ekonomi yang intens dapat memaksa Teheran membongkar program nuklirnya atau bahkan menyebabkan pemerintahan Iran runtuh.

Amerika Serikat sebelumnya meluncurkan Operasi Economic Outcast pada pekan lalu dengan menyasar sejumlah jalur ekonomi utama Iran. Sektor yang menjadi sasaran antara lain minyak, pelayaran, penerbangan, emas, teknologi, hingga aset digital.

Namun, di tengah pembahasan mengenai kemungkinan mengakhiri perang, Pentagon tetap memperpanjang penempatan pasukan di Timur Tengah. Kebijakan tersebut menjadi sinyal bahwa konflik dengan Iran berpotensi berlangsung hingga tahun depan.

Militer AS saat ini mempertahankan sekitar 50.000 personel dan 19 kapal perang di kawasan tersebut. Armada itu mencakup dua kapal induk serta 13 kapal perusak yang dilengkapi sistem rudal berpemandu.

Penempatan kekuatan militer tersebut disebut bertujuan memberikan "fleksibilitas" operasional kepada Trump dalam menghadapi perkembangan situasi di kawasan.

Dengan demikian, meski Trump disebut mulai mempertimbangkan opsi untuk mengakhiri perang, Amerika Serikat tetap mempertahankan kekuatan militernya sebagai langkah antisipasi apabila konflik berlanjut. (*)

Editor : Jamil Qasim
Akhiri Perang dengan Iran trump