Trump Ancam Hentikan Perdagangan Jika The Fed Tak Turunkan Suku Bunga

Antara • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 16:31 WIB
Ilustrasi mimik wajah marah Donald Trump. (CNN)
Ilustrasi mimik wajah marah Donald Trump. (CNN)

batampos — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menekan Federal Reserve (The Fed) agar menurunkan suku bunga. Trump bahkan mengancam akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang dinilai menyebabkan AS mengalami defisit jika bank sentral AS tersebut tidak memangkas suku bunga.

Ancaman itu disampaikan Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social.

“Turunkan suku bunga atau saya akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang menyebabkan kita defisit,” kata Trump dalam unggahannya.

Trump juga meminta jajaran Dewan Gubernur The Fed untuk bertindak “cerdas” dan sesekali menunjukkan sikap patriotik.

Dalam unggahan lainnya, Trump menyatakan pertumbuhan ekonomi tidak secara otomatis menyebabkan inflasi. Menurut dia, anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi memicu inflasi justru telah menghambat perkembangan perekonomian AS selama 25 tahun terakhir.

“Kita seharusnya mencapai pertumbuhan PDB sebesar 15 dan 20 persen, bukannya 2, 3, dan 4 persen,” ujar Trump.

Dia menilai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi akan membuat AS jauh lebih kuat secara finansial. Trump bahkan menyebut utang negara dapat dilunasi apabila perekonomian tumbuh lebih pesat.

Trump juga mengklaim setiap kenaikan satu poin persentase suku bunga membebani pemerintah AS hingga sekitar 650 miliar dolar AS per tahun.

Tekanan Trump terhadap The Fed bukan kali pertama terjadi. Ia sebelumnya berulang kali mengkritik kebijakan bank sentral AS, terutama terkait suku bunga yang dinilainya terlalu tinggi dan penurunan yang berjalan lambat.

Pada akhir Mei lalu, Trump menyatakan Ketua The Fed Kevin Warsh akan memimpin upaya modernisasi besar-besaran di bank sentral AS tersebut. Namun, ia juga menegaskan pentingnya independensi The Fed dalam mengambil setiap keputusan.

Warsh sebelumnya pernah menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed pada Februari 2006 hingga Maret 2011. Saat ditunjuk, ia menjadi anggota dewan termuda dengan usia 35 tahun.

Selain itu, Warsh pernah menjadi penasihat kebijakan ekonomi presiden dan anggota Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih.

Trump mencalonkan Warsh sebagai ketua baru The Fed pada akhir Januari. Selanjutnya, Senat AS menyetujui pencalonannya pada 13 Mei untuk memimpin bank sentral tersebut selama empat tahun.

Sementara itu, tekanan politik terhadap The Fed tetap menjadi perhatian karena bank sentral AS secara tradisional menjalankan kebijakan moneter secara independen dari pemerintah. (*)

Editor : Jamil Qasim
Trump Ancam the fed