Pelari Timnas Singapura Didakwa Curi Sepatu di Decathlon

jpg • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 00:22 WIB
ilustrasi palu hakim F. Unsplash
ilustrasi palu hakim F. Unsplash

batampos – Seorang pelari jarak jauh nasional Singapura, KWQ, Keane, didakwa atas dugaan pencurian sepasang sepatu lari dan satu set kerucut latihan (training cones) dari gerai Decathlon di kawasan Kallang.

Pria berusia 26 tahun itu diduga mencuri sepatu lari KD900X senilai S$139,90 (sekitar Rp1,8 juta) pada Juli 2025. Dua bulan kemudian, tepatnya pada September 2025, ia kembali diduga mengambil satu set training cones senilai S$25 dari gerai Decathlon yang sama.

KWQ resmi didakwa di pengadilan pada 1 Juli 2026. Sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 2 Oktober 2026.

Pernah Bela Singapura di Kejuaraan Dunia

Di balik kasus hukum yang menjeratnya, KWQ dikenal sebagai salah satu atlet lari jarak jauh Singapura.

Berdasarkan informasi di laman Facebook Singapore Athletics, ia pernah mewakili negaranya pada World Athletics Road Running Championships 2023, dengan menyelesaikan nomor half marathon putra dalam waktu sekitar 1 jam 21 menit.

Prestasinya juga berlanjut pada Standard Chartered Half Marathon National Championships 2024, ketika ia berhasil meraih posisi runner-up.

Sempat Berlatih di Slovenia

Dalam wawancara dengan The Straits Times pada Januari lalu, KWQ mengungkapkan bahwa sejak akhir Oktober 2025 ia tinggal di Slovenia sambil bekerja jarak jauh sebagai business developer.

Saat itu, ia menyatakan tengah menargetkan pemecahan rekor nasional Singapura di beberapa nomor, termasuk 3.000 meter, 3.000 meter steeplechase, serta maraton.

Terancam Hukuman Penjara

Sesuai hukum di Singapura, pelaku yang terbukti melakukan pencurian di dalam bangunan (theft in dwelling) dapat dikenai hukuman penjara hingga tujuh tahun, denda, atau keduanya.

Kasus ini masih dalam proses peradilan dan belum ada putusan yang menyatakan KWQ bersalah. Hingga sidang berikutnya, ia tetap berstatus sebagai terdakwa dan berhak atas asas praduga tak bersalah. (*)

Editor : Putut Ariyo
Atletik Decathlon singapura kriminal