Militer Thailand Kuasai Kompleks Penipuan Online Seluas 80 Hektare di Perbatasan Kamboja

jpg • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 11:11 WIB
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) berjalan keluar terminal setibanya dari Myanmar di Terminal 2, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/1/2026) lalu. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/rwa.
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) berjalan keluar terminal setibanya dari Myanmar di Terminal 2, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/1/2026) lalu. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/rwa.

batampos – Sejumlah pejabat militer Thailand mengungkap keberadaan kompleks yang diduga menjadi pusat operasi penipuan online di dekat perlintasan Chong Chom, Provinsi Surin, yang berbatasan langsung dengan Kamboja.

Kompleks tersebut memiliki luas lebih dari 500 rai atau sekitar 80 hektare dan berada di kawasan O Smach.

Pada Senin (7/9/2026), pejabat militer Thailand memandu pengamat internasional dan awak media untuk melihat langsung kawasan yang sebelumnya diduga digunakan sebagai pusat operasi penipuan tersebut.

Menurut Kantor Berita TNA, kunjungan tersebut dipimpin Direktur Pusat Informasi Gabungan, Marsekal Udara Prapas Sornjaidee, bersama awak media dan Tim Pengamat ASEAN (AOT).

Rombongan mendapat akses ke Zona A fasilitas O Smach yang terdiri atas 157 bangunan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 bangunan diduga digunakan sebagai lokasi operasi penipuan online.

Sasar Korban dari Berbagai Negara

Pasukan Thailand merebut kawasan tersebut setelah terjadi bentrokan militer di wilayah perbatasan.

Sejumlah bangunan di dalam kompleks dilaporkan sebelumnya digunakan oleh pasukan Kamboja sebagai posisi penembak jitu.

Dalam Pernyataan Bersama pada 27 Desember 2025, pasukan militer disebut tetap disiagakan di sejumlah posisi taktis yang telah ditentukan.

Hasil pemeriksaan di dalam kompleks menemukan sejumlah fasilitas yang diduga berkaitan dengan operasi penipuan.

Salah satunya adalah ruangan yang dibuat menyerupai kantor kepolisian dan dilengkapi seragam aparat penegak hukum dari sejumlah negara asing.

Petugas juga menemukan latar belakang yang diduga digunakan untuk ruang interogasi serta naskah percakapan yang dipersiapkan untuk menjalankan skenario penipuan terhadap calon korban.

Menurut pejabat setempat, sasaran operasi tersebut diduga berasal dari berbagai negara, termasuk China, Indonesia, Brasil, Australia, Singapura, dan Vietnam.

Kompleks itu juga dilengkapi ruang penilaian yang diduga digunakan untuk menguji kemampuan pekerja dalam menjalankan berbagai teknik penipuan online.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa fasilitas itu diduga tidak hanya digunakan sebagai tempat bekerja, tetapi juga memiliki sarana untuk melatih dan menguji orang yang terlibat dalam operasi penipuan.

Temuan Rumah Sakit dan Dugaan Pengambilan Organ

Pejabat militer Thailand juga menunjukkan fasilitas Rumah Sakit Zhongnan, yang disebut sebagai satu-satunya bangunan medis di dalam kompleks tersebut.

Kepolisian Thailand menyebut fasilitas itu memiliki ruang operasi.

Keberadaan ruang tersebut kemudian dikaitkan dengan hasil penyelidikan mengenai dugaan pengambilan organ tubuh manusia dalam kasus penganiayaan terhadap pekerja di kawasan tersebut.

Namun, dugaan tersebut masih merupakan bagian dari penyelidikan dan perlu dibedakan dari temuan fasilitas medis maupun ruang operasi yang ditemukan di lokasi.

Sembilan Bulan di Bawah Kendali Militer Thailand

Hingga memasuki sembilan bulan sejak kawasan tersebut berada di bawah kendali militer Thailand, kondisi kompleks disebut masih relatif tidak tersentuh.

Sejumlah bangunan terlihat mengalami kerusakan. Di beberapa bagian kawasan juga ditemukan genangan air serta berbagai perlengkapan yang ditinggalkan.

Kondisi tersebut menggambarkan kompleks yang sebelumnya digunakan untuk berbagai aktivitas kini berada dalam keadaan terbengkalai setelah pengambilalihan oleh militer.

Untuk mencegah pengintaian dan potensi provokasi lintas batas, pasukan keamanan Thailand juga memasang penghalang sementara di gerbang perbatasan Chong Chom.

Kawasan O Smach sendiri berada di wilayah perbatasan Thailand-Kamboja yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu titik perhatian akibat ketegangan dan konflik bersenjata kedua negara.

Temuan kompleks tersebut sekaligus menyoroti persoalan jaringan penipuan online lintas negara yang memanfaatkan kawasan perbatasan dan fasilitas tertutup untuk menjalankan operasinya. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
Scam Center asean penipuan online thailand kamboja