Museum Pterosaurus Pertama di Dunia Resmi Dibuka di Xinjiang, China

jpg • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 12:12 WIB
Sebuah museum sains yang berfokus pada pterosaurus, reptil bersayap yang memiliki hubungan dekat dengan dinosaurus, dibuka pada hari Minggu di Daerah Otonomi Uygur Xinjiang di barat laut China.  F. @PDChinaLife
Sebuah museum sains yang berfokus pada pterosaurus, reptil bersayap yang memiliki hubungan dekat dengan dinosaurus, dibuka pada hari Minggu di Daerah Otonomi Uygur Xinjiang di barat laut China. F. @PDChinaLife

batampos - Museum ilmu pengetahuan yang secara khusus mengangkat pterosaurus, reptil bersayap yang berkerabat dekat dengan dinosaurus, resmi dibuka di Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China, Minggu (13/9).

Museum Pterosaurus Hami menjadi museum pertama di dunia yang secara khusus mengusung tema pterosaurus. Lokasinya berada di sebuah geopark nasional di Hami, wilayah yang dikenal sebagai salah satu kawasan penting untuk temuan fosil pterosaurus.

Museum tersebut memiliki area pameran sekitar 4.600 meter persegi. Bangunannya terdiri dari enam aula berbentuk oval yang ditata secara berselang-seling.

Jika dilihat dari udara, desain museum menyerupai sekumpulan telur pterosaurus yang berada di tengah hamparan gurun.

Pamerkan Fosil Telur dan Embrio Pterosaurus

Koleksi Museum Pterosaurus Hami berasal dari berbagai spesimen yang ditemukan dalam lebih dari dua dekade ekskavasi penyelamatan oleh para peneliti dari Institut Paleontologi Vertebrata dan Paleoantropologi di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS).

Salah satu koleksi yang menjadi sorotan adalah fosil telur dan embrio pterosaurus yang diawetkan dalam bentuk tiga dimensi. Koleksi tersebut disebut sebagai yang pertama di dunia.

Museum ini juga memamerkan spesimen pterosaurus berukuran besar yang untuk pertama kalinya diperlihatkan kepada publik.

Seluruh spesimen tersebut kini dipamerkan secara bersamaan. Menurut pihak museum, koleksi itu memberikan gambaran mengenai kehidupan dan evolusi pterosaurus pada Periode Kapur, sekitar 130 juta tahun lalu.

Kepala Institut Paleontologi Vertebrata dan Paleoantropologi CAS, Xu Xing, mengatakan keberadaan museum tersebut tidak hanya menyoroti peran China dalam penelitian pterosaurus di tingkat global.

Museum itu, kata dia, juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat lebih dekat proses di balik penemuan ilmiah dan mempelajari kehidupan purba.

”Keberadaan museum ini juga memungkinkan masyarakat mengapresiasi keajaiban kehidupan purba,” ujarnya. (*)

Editor : Putut Ariyo
Museum Pterosaurus pterosaurus Hami Xinjiang fosil