Malaysia Tahan 3 Kontainer Tujuan Israel, Isinya Komponen Sepeda Listrik

jpg • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 15:03 WIB
Malaysia dilaporkan menyita tiga kontainer yang terafiliasi Israel. (Royal News)
Malaysia dilaporkan menyita tiga kontainer yang terafiliasi Israel. (Royal News)

batampos - Malaysia menahan tiga kontainer di Pelabuhan Tanjung Pelepas, Johor, yang dilaporkan mengangkut komponen sepeda listrik dengan tujuan akhir Israel.

Tiga kontainer tersebut ditahan pada 19 Agustus 2026 dan hingga pertengahan September masih berada di Pelabuhan Tanjung Pelepas. Otoritas Malaysia masih melakukan penyelidikan terhadap muatan yang diangkut.

Mengutip Roya News yang melaporkan informasi berdasarkan pemberitaan Bloomberg, ketiga kontainer tersebut diketahui dalam perjalanan menuju Pelabuhan Ashdod, Israel.

Dokumen pengiriman yang ditinjau Bloomberg menunjukkan komponen sepeda listrik tersebut diproduksi Chongqing Mobimax Technology Co., perusahaan asal China.

Data pelacakan dari A.P. Moller-Maersk juga menunjukkan ketiga kontainer masih berada di Pelabuhan Tanjung Pelepas hampir sebulan setelah ditahan.

Malaysia Periksa Muatan Kontainer

Penahanan tersebut menjadi perhatian karena terjadi setelah Malaysia sebelumnya menahan kontainer lain yang juga memiliki tujuan akhir Israel.

Pada 7 Agustus 2026, otoritas Malaysia menahan sebuah kontainer yang berasal dari Filipina dan ditujukan kepada Elbit Systems, perusahaan teknologi pertahanan Israel.

Saat itu, otoritas Malaysia mencurigai muatan kontainer tersebut berpotensi berupa senjata. Pemeriksaan kemudian dilakukan untuk memastikan sifat, spesifikasi, penggunaan, serta klasifikasi barang.

Agensi Kawalan dan Perlindungan Sempadan Malaysia (AKPS) menyatakan pengiriman tersebut diduga berkaitan dengan aturan Malaysia yang melarang ekspor barang secara langsung maupun tidak langsung ke Israel.

Otoritas juga menyelidiki kemungkinan barang tersebut termasuk kategori barang strategis yang pengaturannya mengacu pada Strategic Trade Act 2010.

Kasus tersebut kemudian meningkatkan perhatian terhadap pengiriman barang yang memiliki tujuan akhir Israel, termasuk kargo yang menggunakan Malaysia sebagai bagian dari jalur transit.

Namun, untuk tiga kontainer komponen sepeda listrik yang ditahan pada 19 Agustus, belum ada keterangan resmi yang menyatakan bahwa barang tersebut termasuk barang strategis atau telah terbukti melanggar hukum Malaysia.

AKPS menyatakan perkara masih dalam penyelidikan. Otoritas pelabuhan Johor dan pihak berwenang terkait juga masih meninjau kasus tersebut.

Pengawasan Kargo Tujuan Israel Diperketat

Pelabuhan Tanjung Pelepas merupakan salah satu pelabuhan utama Malaysia dan menjadi pusat transshipment penting di kawasan Selat Malaka. Sebagian aktivitasnya melayani pemindahan kargo yang melanjutkan perjalanan menuju negara lain.

Malaysia pada dasarnya melarang impor dari dan ekspor ke Israel. Namun, terdapat ketentuan terkait barang transit yang melewati wilayah Malaysia dalam perjalanan menuju negara lain.

Karena itu, status hukum tiga kontainer tersebut masih bergantung pada hasil pemeriksaan dan penyelidikan otoritas Malaysia.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sebelumnya menegaskan pemerintah tidak ingin wilayah Malaysia digunakan sebagai jalur perdagangan yang dapat mendukung atau berkontribusi terhadap tindakan Israel terhadap warga Palestina.

“Malaysia tidak akan membenarkan negara ini menjadi laluan untuk pemindahan barangan yang menyokong atau menyumbang kepada kekejaman rejim Israel terhadap rakyat Palestin,” kata Anwar setelah penahanan kontainer pada Agustus.

Anwar juga menyatakan setiap pengiriman yang mencurigakan akan diperiksa dan diselidiki berdasarkan hukum Malaysia. Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah akan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku. (*)

Editor : Putut Ariyo
Pelabuhan Tanjung Pelepas ekspor Israel anwar ibrahim Israel malaysia