Bill Gates Peringatkan AI Bisa Perlebar Kesenjangan, Gates Foundation Siapkan US$1 Miliar

JawaPos • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 23:45 WIB

 

Bill Gates memperingatkan AI dapat memperlebar kesenjangan sosial.F.(AP News)
Bill Gates memperingatkan AI dapat memperlebar kesenjangan sosial.F.(AP News)

batampos – Pendiri Microsoft Bill Gates memperingatkan perusahaan teknologi dan para pemimpin dunia agar kecerdasan buatan (AI) tidak justru memperlebar kesenjangan sosial. Melalui Gates Foundation, Gates menyiapkan dana sedikitnya US$1 miliar selama dua tahun ke depan untuk memperluas akses terhadap AI, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, pertanian, dan bahasa yang selama ini kurang terwakili.

Komitmen tersebut diumumkan bersamaan dengan peluncuran laporan tahunan Goalkeepers 2026 yang membahas tantangan pemanfaatan AI untuk mempersempit kesenjangan global. Gates Foundation mengatakan dana itu akan diarahkan untuk membantu membangun dan menerapkan solusi AI yang lebih mudah diakses oleh masyarakat yang selama ini tertinggal dari perkembangan teknologi.

Dalam laporan tersebut, Gates memperingatkan bahwa jika perkembangan AI sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar, manfaat teknologi berpotensi lebih cepat dinikmati pihak yang memiliki kemampuan membayar.

“Begitulah ketimpangan berlipat ganda: teknologi yang membuat hidup lebih mudah, meningkatkan produktivitas, dan terkadang bahkan menyelamatkan nyawa, pertama-tama hadir bagi orang-orang yang sudah memiliki segalanya,” tulis Gates dalam laporan Goalkeepers.

Gates juga sebelumnya menggambarkan AI sebagai teknologi yang dapat menjadi “penyetara terbesar” sekaligus berpotensi menjadi “sumber ketidakadilan terburuk”, bergantung pada bagaimana teknologi tersebut dikembangkan dan didistribusikan.

Menurut Gates Foundation, AI juga memiliki risiko disalahgunakan untuk penipuan, disinformasi, pengawasan, serangan siber, hingga penyalahgunaan di bidang biologis. Karena itu, yayasan tidak hanya mendorong pengembangan teknologi, tetapi juga memperluas akses terhadap manfaat AI.

Dana AI untuk Pendidikan, Kesehatan, dan Pertanian

Dari total komitmen tersebut, sekitar 40 persen atau sekitar US$400 juta dialokasikan untuk pendidikan. Dana itu antara lain mendukung pengembangan tutor berbasis AI dan perangkat yang membantu guru menyesuaikan proses pembelajaran dengan kebutuhan siswa.

Sekitar 40 persen lainnya atau US$400 juta akan diarahkan ke sektor kesehatan. Fokusnya mencakup dukungan diagnostik, pengambilan keputusan klinis bagi tenaga kesehatan, kesehatan ibu dan bayi, serta pengembangan obat dan vaksin.

Sementara itu, sekitar 10 persen atau US$100 juta dialokasikan untuk pertanian. Dana tersebut akan mendukung pengembangan layanan AI yang memberikan saran kepada petani berdasarkan kondisi tanah, cuaca, tanaman, hingga serangan hama.

Sekitar 10 persen lainnya, atau US$100 juta, akan digunakan untuk membangun fondasi digital yang dibutuhkan agar AI lebih inklusif, termasuk pengembangan kumpulan data dalam bahasa yang masih kurang terwakili.

Gates Foundation menilai persoalan bahasa menjadi salah satu tantangan penting. Data yang digunakan untuk melatih model bahasa besar pada tahap awal sebagian besar berasal dari sumber berbahasa Inggris, sehingga banyak komunitas dengan bahasa lokal masih kurang terwakili.

CEO Gates Foundation Mark Suzman mengatakan pengembangan AI harus mempertimbangkan konteks lokal agar teknologi dapat digunakan untuk mempercepat pembangunan.

Gandeng OpenAI, Anthropic, dan Perusahaan Teknologi

Gates Foundation menggandeng sejumlah perusahaan teknologi untuk mengembangkan penerapan AI di sektor kesehatan, pendidikan, dan pertanian.

Salah satunya adalah Anthropic. Pada Mei 2026, Gates Foundation dan Anthropic mengumumkan kemitraan senilai US$200 juta dalam bentuk hibah, kredit API, dan dukungan teknis untuk mengembangkan perangkat AI serta sumber daya terbuka di bidang kesehatan, pendidikan, dan pertanian.

Kolaborasi tersebut antara lain diarahkan untuk membantu tenaga kesehatan, guru, petani, serta komunitas yang belum banyak terlayani teknologi AI. Untuk sektor pertanian, pengembangan ditujukan agar petani mendapat informasi yang lebih relevan dengan kondisi lokal dan tersedia dalam bahasa setempat.

Gates Foundation juga bekerja sama dengan perusahaan teknologi lain dalam berbagai proyek terkait pendidikan, kesehatan, bahasa, dan pertanian.

Namun, memperluas data dan akses tidak otomatis menghilangkan ketimpangan. Sejumlah peneliti menilai keterbatasan infrastruktur, kualitas data, dan akses teknologi di negara berkembang tetap dapat membuat kelompok paling rentan kurang terwakili.

Perdebatan mengenai akses tersebut juga menyentuh persoalan siapa yang mengendalikan pengembangan AI. Ketergantungan pada yayasan dan perusahaan swasta, misalnya, memunculkan pertanyaan mengenai siapa yang menentukan prioritas teknologi dan bagaimana manfaatnya didistribusikan.

Dorong Tata Kelola AI yang Lebih Inklusif

Perkembangan AI juga menjadi perhatian dalam agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sekretaris Jenderal PBB António Guterres sebelumnya menyerukan agar negara-negara berkembang ikut memiliki suara dalam tata kelola AI dan menekankan bahwa teknologi tersebut tidak seharusnya ditentukan hanya oleh segelintir negara atau perusahaan.

Bagi Gates Foundation, tantangan utama bukan sekadar mempercepat perkembangan AI, tetapi memastikan teknologi tersebut dapat digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan dan membantu mempersempit kesenjangan akses.

“AI presents the same challenge, only at much greater speed,” tulis Gates dalam laporan Goalkeepers 2026.(*)

Editor : Cipi Ckandina
Peringatkan Foundation bill gates AI agent