Populasi Lansia Jepang Cetak Rekor, Capai 29,6 Persen dari Total Penduduk

jpg • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 09:14 WIB
Ilustrasi. Perempuan lanjut usia di Jepang. Foto: Independent
Ilustrasi. Perempuan lanjut usia di Jepang. Foto: Independent

batampos - JEPANG kembali mencatat rekor jumlah penduduk lanjut usia (lansia). Penduduk berusia 65 tahun ke atas kini mencapai 29,6 persen dari total populasi atau sekitar 36,24 juta orang.

Proporsi tersebut menjadi yang tertinggi di antara 39 negara dengan jumlah penduduk lebih dari 40 juta jiwa.

Dilansir Kyodo, Minggu (20/9), perkiraan pemerintah Jepang menunjukkan jumlah penduduk lansia mencapai 36,24 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15,71 juta merupakan laki-laki dan 20,54 juta perempuan.

Jumlah penduduk lansia itu meningkat sekitar 20 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Data tersebut dirilis Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang menjelang Hari Penghormatan terhadap Lansia atau Respect for the Aged Day yang diperingati pada Senin (21/9).

Pada September 2025, kementerian memperkirakan proporsi penduduk berusia 65 tahun ke atas mencapai 29,4 persen dari total populasi Jepang. Angka tersebut juga menjadi yang tertinggi di antara negara-negara dengan jumlah penduduk lebih dari 40 juta jiwa.

Proporsi lansia Jepang kini kembali mencatat rekor untuk ketiga kalinya. Rekor sebelumnya tercatat pada 2022 dan 2024.
Jepang Lampaui Italia dan Jerman

Di antara 39 negara dengan jumlah penduduk minimal 40 juta jiwa, Jepang memiliki proporsi penduduk berusia 65 tahun ke atas paling tinggi.

Italia berada di urutan berikutnya dengan proporsi 25,6 persen. Jerman menyusul dengan 24,2 persen, sedangkan Prancis mencapai 22,9 persen.

Tak hanya kelompok usia 65 tahun ke atas, Jepang juga mencatat proporsi tinggi pada kelompok lansia yang lebih tua.

Penduduk berusia 75 tahun ke atas mencapai 17,7 persen dari total populasi Jepang. Proporsi tersebut menjadi yang tertinggi di antara sembilan negara besar.

Italia berada di posisi berikutnya dengan proporsi penduduk berusia 75 tahun ke atas sebesar 13,3 persen.

Tingginya proporsi penduduk lansia menjadi salah satu gambaran perubahan struktur demografi Jepang. Jumlah kelompok usia lanjut terus bertambah, sementara proporsi penduduk usia produktif mengalami penyusutan.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Jepang, terutama dalam menjaga ketersediaan tenaga kerja dan memenuhi kebutuhan sosial bagi populasi yang semakin menua.

Populasi Lansia Jepang Diproyeksikan Capai 36,3 Persen pada 2045

Penuaan populasi Jepang diperkirakan masih berlanjut dalam dua dekade mendatang.

Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial Jepang memperkirakan jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas akan meningkat menjadi 39,45 juta orang pada 2045.

Jumlah tersebut setara dengan 36,3 persen dari total populasi Jepang.

Peningkatan proporsi lansia tersebut diperkirakan terjadi ketika generasi ledakan kelahiran kedua atau second baby boom generation, yang lahir pada 1971 hingga 1974, memasuki kelompok usia 65 tahun ke atas.

Dengan demikian, Jepang menghadapi perubahan demografi yang semakin jelas, ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk lansia sekaligus mengecilnya porsi penduduk usia produktif.

Fenomena tersebut membuat persoalan penuaan populasi menjadi salah satu isu demografi utama yang harus dihadapi Jepang dalam jangka panjang. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
Demografi Jepang populasi lansia penuaan populasi lansia jepang