Satelit Rassvet Rusia Mulai Beroperasi dari Orbit 500 Km, Bidik Starlink

JawaPos • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 22:30 WIB

 

Satelit Rassvet Rusia di orbit, Maret 2026 (Bureau 1440).
Satelit Rassvet Rusia di orbit, Maret 2026 (Bureau 1440).

batampos - Rusia mulai menunjukkan kemampuan operasional jaringan komunikasi satelit Rassvet meski satelit-satelitnya belum mencapai orbit yang semula ditetapkan sekitar 800 kilometer.

Sistem yang dikembangkan Bureau 1440 itu kini telah diuji dengan pengguna nyata di kawasan Arktik. Perkembangan tersebut menandai kemajuan dalam upaya Moskwa membangun jaringan internet satelit mandiri yang dapat menjangkau wilayah luas serta berpotensi mendukung kebutuhan sipil dan militer.

Uji coba berlangsung pada 19 September di sebuah permukiman di Okrug Otonom Nenets, Rusia. Melalui jaringan satelit Rassvet, warga dapat mengakses sistem pemungutan suara elektronik jarak jauh.

Data dikirim melalui satelit orbit rendah ke terminal pelanggan di darat, kemudian diteruskan melalui Wi-Fi ke tablet pengguna. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa orbit sekitar 500 kilometer tetap memungkinkan Rassvet menjalankan fungsi komunikasi.

13 Satelit Berada di Orbit Sekitar 506 Kilometer

Dilansir dari Militarnyi, Senin (21/9/2026), pemantauan orbit menunjukkan 13 dari 16 satelit produksi pertama yang diluncurkan pada Maret telah mencapai ketinggian sekitar 506 kilometer.

Dua satelit lainnya masih berada di ketinggian sekitar 350–370 kilometer, sedangkan satu satelit telah masuk kembali ke atmosfer.

Sebelumnya, Bureau 1440 mencantumkan sekitar 800 kilometer sebagai orbit sasaran dalam sejumlah dokumen dan publikasinya.

Perbedaan antara orbit sasaran dan posisi satelit saat ini belum menunjukkan bahwa sistem tersebut gagal. Ketinggian sekitar 500 kilometer masih berada dalam rentang orbit yang digunakan oleh jaringan Starlink.

Militarnyi menilai kondisi tersebut dapat mencerminkan perubahan rencana pada tahap akhir atau kemungkinan bahwa orbit saat ini merupakan tahap antara sebelum satelit kembali menaikkan ketinggiannya.

Dengan demikian, keberhasilan pengujian di Nenets menunjukkan bahwa jaringan Rassvet sudah dapat menjalankan fungsi komunikasi, meski konfigurasi akhirnya masih belum jelas.

Gunakan Teknologi 5G NTN dan Laser Antarsatelit

Dari sisi teknis, Rassvet dikembangkan sebagai jaringan orbit rendah dengan teknologi 5G NTN untuk komunikasi antara satelit dan terminal darat. Sementara itu, hubungan antarsatelit menggunakan teknologi laser.

Dalam pengujian sebelumnya, Bureau 1440 melaporkan transfer data antarsatelit hingga jarak 1.000 kilometer dengan kecepatan mencapai 10 Gbps.

Perusahaan tersebut menargetkan layanan komersial Rassvet mulai beroperasi pada 2027.

Skala jaringan yang dituju juga jauh lebih besar. Rusia sebelumnya menyebut target sekitar 250 satelit pada 2027, 730 satelit pada 2030, dan lebih dari 900 satelit pada 2035.

Dua peluncuran pada Maret dan Juli 2026 masing-masing membawa 16 satelit. Jika target tersebut dipertahankan, frekuensi peluncuran harus meningkat secara signifikan dibandingkan laju peluncuran sejauh ini.

Rassvet Punya Potensi untuk Kebutuhan Militer

Ambisi Rusia membangun Rassvet tidak hanya berkaitan dengan pasar internet sipil. Jaringan tersebut juga memiliki potensi strategis karena menyediakan infrastruktur komunikasi yang berada di bawah kendali Rusia sendiri.

Analisis sebelumnya menunjukkan satelit Rassvet yang telah berada di orbit dapat menghasilkan beberapa jendela komunikasi harian di atas Ukraina. Pakar komunikasi satelit Volodymyr Stepanets menyebut jaringan tersebut telah memberikan "cakupan yang cukup padat" pada waktu-waktu tertentu.

Potensi militernya antara lain terletak pada kemampuan mempertahankan koneksi ketika jaringan komunikasi darat tidak tersedia. Militarnyi sebelumnya menilai terminal Rassvet secara teori dapat digunakan untuk berbagai platform, termasuk kendaraan dan sistem nirawak.

Namun, kemampuan tersebut tidak berarti Rassvet telah memiliki cakupan global berkelanjutan. Dengan jumlah satelit yang masih terbatas, jaringan ini belum memiliki kepadatan seperti Starlink dan masih bergantung pada lintasan satelit tertentu.

Rassvet Masih dalam Tahap Pengembangan

Bureau 1440 menggambarkan peluncuran pada Maret sebagai perubahan dari tahap eksperimen menuju layanan komunikasi.

"Peluncuran ini menandai peralihan dari fase eksperimental menuju penciptaan layanan komunikasi," kata perusahaan tersebut dalam pernyataan yang dikutip WIRED.

WIRED juga mencatat bahwa tantangan utama Rassvet bukan hanya menempatkan satelit di orbit, tetapi meningkatkan produksinya hingga mencapai skala ratusan unit.

Karena itu, perkembangan terbaru Rassvet lebih tepat dilihat sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur strategis yang masih berlangsung, bukan sebagai jaringan yang sudah setara dengan Starlink.

Keberhasilan komunikasi dari orbit sekitar 500 kilometer menunjukkan bahwa teknologi dasarnya dapat digunakan. Namun, kemampuan Rusia mencapai target ratusan satelit akan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah Rassvet dapat berkembang menjadi jaringan komunikasi yang luas dan berkelanjutan.

Bagi keamanan Eropa dan Ukraina, perkembangan tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu dipantau karena komunikasi satelit telah menjadi bagian penting dari infrastruktur strategis dalam konflik modern.(*)

Editor : Cipi Ckandina
Rassvet satelit ORBIT BUMI rusia