batampos - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan dukungannya terhadap Palestina dengan meneriakkan “Free Palestine” saat menghadiri peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9).
Momen tersebut mendapat perhatian media internasional karena terjadi hampir setahun setelah Prabowo dalam pidatonya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menekankan bahwa kemerdekaan Palestina dan jaminan keamanan Israel merupakan bagian dari solusi dua negara.
Saat menyapa para duta besar negara sahabat yang hadir dalam acara Gontor, Prabowo menyebut nama Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari. Suasana kemudian riuh dan Prabowo meneriakkan, “Free Palestine! Free Palestine! Free Palestine!”
Seruan tersebut disambut ribuan hadirin dengan teriakan serupa. Al-Sattari kemudian naik ke panggung dan mengalungkan keffiyeh kepada Prabowo. Momen itu turut diberitakan sejumlah media internasional, termasuk The Times of Israel.
Prabowo Singgung Kondisi Palestina
Dalam pidatonya di Gontor, Prabowo tidak hanya menyerukan dukungan untuk Palestina. Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat Palestina dan mengaitkannya dengan kebutuhan Indonesia memperkuat kapasitas nasional.
“Saya ingat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, dibom, dan diserang terus-menerus, dan sepertinya kita tidak berdaya untuk membantu mereka,” kata Prabowo, sebagaimana dikutip Antara.
Prabowo kemudian menyatakan bahwa serangan yang terus berlangsung terhadap Palestina harus menjadi dorongan bagi Indonesia untuk membangun kekuatan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan keluarga besar Gontor serta sejumlah perwakilan diplomatik negara-negara Timur Tengah.
Pernyataan Prabowo di PBB 2025
Sorotan terhadap pernyataan Prabowo di Gontor tidak terlepas dari pidatonya pada Sidang Umum ke-80 PBB di New York pada September 2025.
Dalam pidato tersebut, Prabowo menegaskan dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara dan kemerdekaan Palestina. Pada saat yang sama, ia mengatakan keamanan Israel juga harus diakui dan dijamin sebagai bagian dari upaya mencapai perdamaian.
“Kita harus memiliki Palestina yang merdeka, tetapi kita juga harus, kita juga harus mengakui, kita juga harus menghormati, dan kita juga harus menjamin keselamatan dan keamanan Israel. Hanya dengan begitu, kita bisa memiliki perdamaian yang nyata,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Dokumen resmi PBB juga mencatat Prabowo menegaskan bahwa solusi dua negara merupakan jalan yang didukung Indonesia. Di akhir pidatonya, ia menggunakan beberapa salam, termasuk “Syalom”.
Dengan demikian, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina maupun penekanan mengenai keamanan Israel sama-sama pernah disampaikan Prabowo. Perbedaan yang terlihat dalam dua momen tersebut terutama terletak pada konteks dan penekanan retorikanya.
Indonesia dan Rencana Misi Gaza
Perkembangan tersebut juga berlangsung setelah Indonesia menyatakan kesiapan berkontribusi dalam misi stabilisasi internasional di Gaza.
Dalam pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington pada Februari 2026, Prabowo menyatakan Indonesia siap menyumbangkan hingga 8.000 personel atau lebih jika diperlukan untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF).
Namun, jumlah personel, mandat, lokasi, serta mekanisme pelaksanaan misi masih memerlukan pembahasan dan pengaturan lebih lanjut. Reuters juga melaporkan bahwa detail penempatan dan ketentuan operasional belum sepenuhnya ditetapkan.
Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan Indonesia dalam upaya internasional terkait stabilisasi dan perdamaian di Gaza.
Dua Momen dengan Penekanan Berbeda
Seruan “Free Palestine” di Gontor memperlihatkan penekanan langsung Prabowo terhadap dukungan bagi Palestina di hadapan ribuan santri dan tamu diplomatik.
Sementara itu, dalam pidato PBB pada September 2025, Prabowo menyampaikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dalam kerangka solusi dua negara sekaligus menekankan pentingnya jaminan keamanan Israel.
Sejumlah media internasional menyoroti perbedaan penekanan tersebut. The Times of Israel, misalnya, membandingkan seruan “Free Palestine” di Gontor dengan pernyataan Prabowo mengenai keamanan Israel dalam pidatonya di PBB.
Jika dilihat dari keseluruhan pernyataannya, kedua posisi tersebut tidak secara otomatis menunjukkan perubahan formal kebijakan Indonesia. Pemerintah Indonesia tetap menyatakan dukungan terhadap solusi dua negara, sementara Prabowo dalam berbagai kesempatan juga menyuarakan dukungan terhadap Palestina.(*)
Editor : Cipi Ckandina