AS Tegaskan Pertahanan Jepang dan Korea Selatan dengan Kekuatan Nuklir

jpg • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 11:00 WIB
Ilustrasi. Perangkat tempur milik AS. Jet tempur Lockheed Martin F-35 Lightning II, dan bom seri MK-80 General Purpose Bomb yang telah dimodifikasi menjadi GBU-31 JDAM (Joint Direct Attack Munition)
Ilustrasi. Perangkat tempur milik AS. Jet tempur Lockheed Martin F-35 Lightning II, dan bom seri MK-80 General Purpose Bomb yang telah dimodifikasi menjadi GBU-31 JDAM (Joint Direct Attack Munition)

batampos - Amerika Serikat kembali menegaskan komitmennya untuk membela Jepang dan Korea Selatan dengan seluruh kemampuan militernya, termasuk kemampuan nuklir.

Penegasan tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun menggelar pertemuan trilateral di New York, Senin (21/9/2026), di sela-sela Pekan Tingkat Tinggi Majelis Umum PBB.

Dalam pernyataan tersebut, AS menegaskan komitmen pertahanannya terhadap Jepang dan Korea Selatan yang didukung kekuatan militer AS, termasuk kemampuan nuklir. Komitmen itu juga mencakup extended deterrence atau pencegahan yang diperluas bagi kedua negara sekutunya di Asia Timur.
AS, Jepang, Korea Selatan Bahas Korea Utara

Ketiga negara juga kembali menegaskan komitmen terhadap denuklirisasi penuh Korea Utara.

Mereka menyerukan penghentian dukungan terhadap sumber pendapatan yang digunakan untuk membiayai program nuklir dan rudal balistik Korea Utara, sesuai resolusi Dewan Keamanan PBB.

Ketiga menteri juga menegaskan bahwa jalur dialog dengan Pyongyang masih terbuka. Mereka menyerukan Korea Utara kembali ke meja perundingan sambil melanjutkan upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

Selain itu, ketiganya menyambut kerja Multilateral Sanctions Monitoring Team (MSMT) dalam memantau pelanggaran dan penghindaran sanksi PBB oleh Korea Utara.

Mereka juga membahas ancaman siber Korea Utara, termasuk upaya membatasi aktivitas pekerja teknologi informasi Korea Utara yang menjadi salah satu sumber pendapatan untuk mendukung program persenjataan negara tersebut.
Kerja Sama Ekonomi dan Teknologi

Pertemuan trilateral tersebut tidak hanya membahas keamanan. AS, Jepang, dan Korea Selatan juga sepakat memperkuat kerja sama ekonomi dan teknologi.

Ketiga negara menyatakan sikap menentang tekanan ekonomi serta kebijakan dan praktik nonpasar yang dapat mengganggu rantai pasok. Mereka juga sepakat memperkuat sistem peringatan dini terhadap gangguan rantai pasok dan meluncurkan konsultasi trilateral baru mengenai keamanan ekonomi.

Kerja sama juga mencakup teknologi kritis, semikonduktor, serta energi nuklir. Ketiga negara berkomitmen menjalankan rencana untuk mempercepat penerapan reaktor modular kecil atau small modular reactor (SMR) di negara mitra ketiga dengan memperhatikan standar keselamatan, keamanan, dan nonproliferasi nuklir.

Para menteri juga menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan serta mendorong penyelesaian masalah lintas selat secara damai. (*)

Editor : Putut Ariyo
Senjata Nuklir korea selatan amerika serikat korea utara jepang