Teror Penembakan di Depan Sekolah Turki, 8 Orang Terluka

jpg • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 17:31 WIB
Penembakan terjadi di dekat sekolah yang ada di Turki (Dok Euronews).
Penembakan terjadi di dekat sekolah yang ada di Turki (Dok Euronews).

batampos – Penembakan terjadi di depan sebuah sekolah menengah kejuruan di Distrik Turgutlu, Provinsi Manisa, Turki, Selasa (22/9) pagi waktu setempat.

Sedikitnya delapan orang, termasuk sejumlah siswa, terluka dalam insiden tersebut. Dua di antaranya dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Pelaku yang disebut masih berstatus pelajar telah ditangkap aparat keamanan.

Menurut Reuters, penembakan terjadi di sekitar Inci Uzmez Vocational and Technical Anatolian High School. Para korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Kantor Gubernur Manisa mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai suara tembakan di sekitar sekolah pada pukul 07.59 waktu setempat atau 04.59 GMT.

“Laporan diterima mengenai tembakan di sekitar Sekolah Menengah Kejuruan dan Teknis Anatolia Inci Uzmez di distrik Turgutlu pada pukul 07.59 (04.59 GMT),” kata Kantor Gubernur Manisa dalam pernyataannya.

Polisi dan tim medis kemudian dikerahkan ke lokasi. Aparat berhasil mengamankan orang yang diduga sebagai pelaku.

“Setelah insiden tersebut, tersangka yang diyakini telah melepaskan tembakan ditangkap oleh pasukan keamanan dan ditahan,” demikian pernyataan kantor gubernur.

Sementara itu, ABC News melaporkan bahwa rekaman yang beredar setelah kejadian memperlihatkan seseorang berjalan di jalan dekat sekolah sambil membawa senapan.

Belum diketahui motif penembakan tersebut. Aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap alasan dan rangkaian kejadian di balik insiden tersebut.

Turki Diguncang Dua Penembakan Sekolah pada April

Penembakan di Manisa terjadi setelah Turki dilanda dua insiden penembakan di sekolah pada April lalu.

Dalam salah satu kejadian, seorang mantan siswa melepaskan tembakan di sebuah sekolah menengah di Provinsi Sanliurfa, Turki bagian tenggara. Sebanyak 16 orang, sebagian besar siswa, terluka dalam insiden tersebut. Pelaku kemudian bunuh diri.

Sehari setelahnya, seorang siswa berusia 14 tahun melepaskan tembakan ke dua ruang kelas di sebuah sekolah di Provinsi Kahramanmaras.

Dalam insiden tersebut, sembilan siswa dan guru tewas, sementara 13 orang lainnya mengalami luka-luka.

Dua kejadian mematikan itu memicu kemarahan di Turki. Pemerintah kemudian menerapkan sejumlah langkah keamanan baru untuk tahun ajaran 2026-2027, termasuk memperketat pengawasan terhadap kepemilikan dan penggunaan senjata.

Sebelum rangkaian kejadian tersebut, penembakan di sekolah disebut bukan merupakan kejadian yang umum terjadi di Turki. Namun, sejumlah insiden dalam beberapa bulan terakhir kembali menjadi perhatian terhadap aspek keamanan di lingkungan sekolah. (*)

Editor : Jamil Qasim
penembakan di sekolah turki