Penembakan di Depan Sekolah Turki, 11 Orang Terluka, Pelaku Ditangkap

JawaPos • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 21:45 WIB

 

Penembakan terjadi di dekat sekolah yang ada di Turki (Dok Euronews).
Penembakan terjadi di dekat sekolah yang ada di Turki (Dok Euronews).

batampos - Penembakan terjadi di sekitar sebuah sekolah menengah kejuruan di Distrik Turgutlu, Provinsi Manisa, Turki, Selasa (22/9) pagi waktu setempat. Sedikitnya 11 orang terluka dalam insiden tersebut, sementara terduga pelaku telah ditangkap aparat.

Laporan awal menyebut sedikitnya delapan orang terluka. Namun, perkembangan terbaru yang dikutip Reuters dan Associated Press (AP) menyebut jumlah korban mencapai sedikitnya 11 orang. Dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi serius.

Penembakan terjadi di sekitar İnci Üzmez Vocational and Technical Anatolian High School. Para korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Kantor Gubernur Manisa mengatakan menerima laporan mengenai suara tembakan di sekitar sekolah pada pukul 07.59 waktu setempat atau 04.59 GMT.

“Sebuah laporan diterima mengenai tembakan di sekitar Sekolah Menengah Kejuruan dan Teknis Anatolia İnci Üzmez di distrik Turgutlu kami pada pukul 07.59 (04.59 GMT),” kata kantor gubernur.

Polisi dan tim medis kemudian dikerahkan ke lokasi. Aparat berhasil menangkap orang yang diduga melepaskan tembakan.

“Setelah insiden itu, tersangka yang diyakini telah menembakkan senjata tersebut ditangkap oleh pasukan keamanan dan ditahan,” demikian pernyataan kantor gubernur.

Rekaman yang beredar setelah kejadian memperlihatkan seseorang berjalan di jalan dekat sekolah sambil membawa senapan.

Motif penembakan belum diketahui. Aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab dan rangkaian kejadian tersebut.

Dua Penembakan Sekolah Terjadi pada April

Penembakan di Manisa terjadi setelah Turki mengalami dua kasus penembakan di sekolah pada April 2026.

Dalam salah satu kejadian, seorang mantan siswa melepaskan tembakan di sebuah sekolah menengah di Provinsi Sanliurfa, Turki bagian tenggara. Sebanyak 16 orang, sebagian besar siswa, terluka. Pelaku kemudian meninggal setelah bunuh diri.

Sehari setelahnya, seorang siswa berusia 14 tahun melepaskan tembakan ke dua ruang kelas di sebuah sekolah di Provinsi Kahramanmaras. Sembilan siswa dan guru tewas, sementara 13 orang lainnya terluka.

Dua kejadian tersebut memicu perhatian dan kemarahan di Turki. Pemerintah kemudian menerapkan sejumlah langkah keamanan baru untuk tahun ajaran 2026-2027, termasuk pengetatan pengawasan terhadap kepemilikan dan penggunaan senjata. Reuters menyebut sebelumnya Turki tidak memiliki sejarah penembakan di sekolah seperti rangkaian kejadian yang terjadi pada 2026.(*)

Editor : Cipi Ckandina
penembakan Pelaku Asusila turki sekolah