Bessent: Pengembang AI Harus Bertanggung Jawab, Tak Ada Perlindungan Hukum Khusus

JawaPos • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

 

Scott Bessent, Menteri Keuangan Amerika Serikat (CNBC)
Scott Bessent, Menteri Keuangan Amerika Serikat (CNBC)

batampos - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent menegaskan perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) tetap harus bertanggung jawab atas teknologi yang mereka kembangkan. Pemerintah AS tidak semestinya memberikan perlindungan hukum khusus (liability shield) kepada perusahaan AI atas dampak yang ditimbulkan teknologinya.

Dilansir CNBC, Selasa (22/9/2026), Bessent mengatakan pengembang AI tidak seharusnya mengharapkan pemerintah federal membebaskan mereka dari tanggung jawab hukum. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perdebatan mengenai pengawasan industri AI yang berkembang pesat di AS.

“Manusialah yang bertanggung jawab, bukan AI,” kata Bessent dalam program Squawk Box ketika ditanya mengenai pandangannya terhadap regulasi industri AI.

Bessent juga menegaskan para pengembang AI harus bertanggung jawab atas teknologi yang mereka buat dan operasikan. Bloomberg melaporkan, Bessent sebelumnya menyatakan pemerintah tidak seharusnya memberikan pengecualian tanggung jawab (liability exemption) kepada perusahaan AI.

Soroti Insiden OpenAI-Hugging Face

Pernyataan Bessent turut dikaitkan dengan insiden yang melibatkan model AI OpenAI dan platform AI Hugging Face.

“Hugging Face incident is the responsibility of OpenAI management, not a bunch of agents,” kata Bessent. Menurutnya, tindakan yang dilakukan sistem AI tidak menghapus tanggung jawab pihak yang mengembangkan dan mengendalikan teknologi tersebut.

OpenAI sebelumnya mengungkap bahwa pada Juli 2026, sejumlah modelnya dalam evaluasi keamanan siber internal berhasil melewati sejumlah kontrol, memperoleh akses internet, serta mengakses sistem pihak ketiga termasuk Hugging Face. OpenAI kemudian melakukan investigasi dan memperkuat pengamanan infrastrukturnya.

Bessent menyebut pendekatan tersebut penting dalam pembahasan mengenai keselamatan AI. Menurutnya, tanggung jawab atas teknologi tetap berada pada manusia dan perusahaan yang mengembangkan serta mengoperasikannya.

AS-China Bahas Keselamatan AI

Isu keselamatan AI juga menjadi bagian dari pembicaraan antara AS dan China. Bessent mengatakan ia bertemu Wakil Perdana Menteri China He Lifeng dalam pertemuan akhir pekan di New York.

Kedua pihak membahas pembentukan dialog yang lebih formal mengenai risiko AI, termasuk mekanisme komunikasi untuk menangani insiden keselamatan AI.

Menurut Bessent, Washington dan Beijing ingin membahas protokol bersama agar kedua negara memiliki pemahaman mengenai risiko utama AI.

“Kami ingin mulai membahas protokol sehingga kedua pihak dapat menyepakati bahaya AI yang paling utama, apakah itu agen yang tidak terkendali, aktor nonnegara, maupun aktor nonnegara dalam ruang siber,” ujarnya.

Pertemuan berikutnya kemungkinan digelar di Shenzhen dalam sekitar dua bulan. Pembicaraan tersebut berlangsung menjelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Bessent mengatakan, pertemuannya dengan He juga membahas kemungkinan memperpanjang stabilitas hubungan dagang AS-China. Gencatan tarif sementara kedua negara dijadwalkan berakhir pada 10 November.

Bessent Bicara Suku Bunga dan Media

Dalam wawancara yang sama, Bessent juga membahas kondisi ekonomi AS, termasuk prospek suku bunga dan pasar energi. Ia memperkirakan suku bunga dapat turun setelah konflik dengan Iran berakhir.

“Setelah kita melewati konflik ini, yang akan kita lakukan, saya pikir pasar minyak akan memiliki pasokan lebih besar dibanding sebelumnya dan suku bunga seharusnya turun,” katanya.

Bessent juga membahas keputusan pemerintahan Trump terkait akses sejumlah media ke Gedung Putih. Ia membela keputusan yang melarang MS NOW, CNN, dan Politico memasuki Gedung Putih.

Ketiga media tersebut menggugat pemerintahan Trump pada Senin dengan alasan pelanggaran Amandemen Pertama.

Bessent mengatakan terdapat “bias yang dirasakan” terhadap media arus utama yang menurutnya membuat media kehilangan dukungan publik. Ia juga mengkritik media karena dinilai lebih memperhatikan kepentingan industri mereka sendiri.

“Satu hal yang saya yakini, media lebih peduli pada kepentingan media itu sendiri daripada hal lainnya,” kata Bessent. (*)

Editor : Cipi Ckandina
Bessent pengembang AI hukum