batampos - Topan Dujuan yang bergerak mendekati pesisir timur Jepang memicu hujan deras dan tanah longsor di sejumlah wilayah Tokyo dan sekitarnya, Senin (21/9). Sedikitnya dua orang tewas, sementara sejumlah warga lainnya dilaporkan masih belum ditemukan.
Dilansir dari Kyodo, Selasa (22/9), salah satu korban merupakan pria berusia 51 tahun yang meninggal dunia di rumah sakit setelah tertimbun longsor saat memperbaiki jalan di Kota Sodegaura, Prefektur Chiba.
Polisi mengatakan korban berada di dalam ekskavator hidraulik ketika material longsor menerjang lokasi tersebut.
Di kota yang sama, seorang perempuan berusia 40-an mengalami luka ringan setelah mobil yang dikendarainya masuk ke material longsor. Informasi tersebut disampaikan pemerintah Prefektur Chiba.
Korban lainnya merupakan seorang perempuan yang tinggal di Kota Yokosuka, Prefektur Kanagawa. Ia meninggal dunia setelah rumahnya diterjang longsor dan material lumpur masuk ke dalam bangunan.
Sementara itu, di Kota Miura yang berada tidak jauh dari Yokosuka, longsor menghantam sebuah apartemen. Satu penghuni dilaporkan masih belum ditemukan.
Sejumlah warga lainnya juga dilaporkan belum ditemukan di wilayah Kanto bagian timur. Pemerintah Prefektur Kanagawa telah meminta pengerahan Pasukan Bela Diri Jepang untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan.
Peringatan Longsor Dikeluarkan
Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tingkat tertinggi terkait ancaman tanah longsor di bagian utara Kepulauan Izu.
Peringatan level 4 juga diberlakukan di sejumlah wilayah kepulauan lainnya serta beberapa daerah di Tokyo, Chiba, Kanagawa, Ibaraki, dan Miyagi.
Berdasarkan data Badan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jepang, sebanyak 21 rumah di Chiba, 27 rumah di Ibaraki, dan satu rumah di Kanagawa mengalami kerusakan akibat topan. Beberapa rumah di antaranya terendam banjir.
Badan Meteorologi Jepang memperkirakan Topan Dujuan melintas di dekat Semenanjung Boso, Prefektur Chiba, sebelah timur Tokyo, mulai Senin malam hingga larut malam.
Hujan deras juga mengguyur Pulau Izu Oshima, pulau terbesar di Kepulauan Izu yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Tokyo.
Hujan dengan intensitas tinggi juga terjadi di wilayah Kanto dan Prefektur Shizuoka, Jepang bagian tengah.
Peringatan tanah longsor tingkat tertinggi yang sebelumnya diberlakukan di Izu Oshima kemudian diturunkan menjadi level 4 sekitar pukul 23.00 waktu setempat.
Banjir Rendam Jalan, Dua Mobil Terjebak
Dampak Topan Dujuan juga dirasakan di Kota Chiba. Sejumlah ruas jalan terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Dua mobil bahkan masuk ke genangan dan terendam. Namun, pengemudi kedua kendaraan berhasil menyelamatkan diri dan tidak mengalami luka, menurut dinas pemadam kebakaran setempat.
Kondisi tersebut menambah dampak cuaca ekstrem yang terjadi setelah Topan Dujuan mendekati wilayah pesisir timur Jepang.
Selain banjir dan longsor, aktivitas transportasi juga terganggu. Ratusan penerbangan dibatalkan akibat kondisi cuaca yang dipicu topan.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang turut memberlakukan pembatasan lalu lintas kendaraan sebagai langkah pencegahan di sebuah jalur bawah tanah di Kota Chiba.
Jalur tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya pernah dilanda banjir akibat hujan deras pada Agustus. Peristiwa tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Pemerintah Jepang dan pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi cuaca serta dampak Topan Dujuan, terutama di wilayah yang memiliki risiko banjir dan tanah longsor. (*)
Editor : Putut Ariyo