Trump Tolak Upaya Global Kendalikan AI, Ingin Sebut Kecerdasan Super

Antara • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 17:01 WIB
Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Binnur Ege Gürün Koçak - Anadolu Agency /pr)
Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Binnur Ege Gürün Koçak - Anadolu Agency /pr)

batampos - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan menolak segala upaya untuk membentuk mekanisme global yang bertujuan mengendalikan perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (22/9).

"Amerika Serikat juga sepenuhnya menolak segala upaya penyusunan skema globalis untuk mengendalikan ... kecerdasan buatan yang saat ini banyak diperbincangkan," kata Trump.

Trump juga menyampaikan rencana pemerintah Amerika Serikat mengubah penyebutan artificial intelligence atau kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super".

Menurut Trump, istilah "buatan" membuat teknologi tersebut terkesan tidak nyata. Ia menilai perkembangan teknologi AI justru menunjukkan kemampuan yang luar biasa.

"Kata 'buatan' membuat kecerdasan terlihat palsu ... padahal tidak. Teknologi ini justru luar biasa," ujarnya.

Trump mengatakan istilah baru tersebut akan digunakan dalam dokumen pemerintah Amerika Serikat. Ia juga berharap istilah tersebut dapat digunakan dalam dokumen di berbagai negara.

"Mulai saat ini, semua dokumen AS dan diharapkan juga dokumen dunia akan diubah untuk menggunakan istilah 'super' yang jauh lebih akurat, alih-alih 'buatan'," kata Trump.

Perdebatan Risiko AI

Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya perdebatan mengenai potensi risiko perkembangan AI.

Dua karyawan perusahaan pengembang AI Anthropic sebelumnya menyampaikan pandangan bahwa terdapat kemungkinan AI dapat menyebabkan kepunahan umat manusia dalam satu dekade mendatang. Angka tersebut merupakan perkiraan yang mereka sampaikan dalam perdebatan mengenai risiko teknologi AI.

Trump pada 14 September juga menepis kekhawatiran bahwa AI akan menguasai dunia dan menyebabkan kepunahan manusia. Ia menyebut kekhawatiran tersebut sebagai kabar bohong.

Di sisi lain, Trump secara terbuka mendukung pengembangan teknologi AI di Amerika Serikat. Ia juga menekankan pentingnya posisi AS dalam persaingan teknologi dengan China.

Pemerintahan Trump selama ini mendorong pengembangan AI sebagai salah satu sektor strategis, sementara perdebatan mengenai pengaturan dan risiko teknologi tersebut terus berlangsung di tingkat internasional. (*)

Editor : Jamil Qasim
perkembangan AI donald trump