Lebih dari 10.000 Rumah di Chiba Jepang Masih Tanpa Listrik

jpg • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 13:02 WIB
Salah satu sudut wilayah Prefektur Chiba, Jepang. Listrik belum bisa dialirkan ke sana.
Salah satu sudut wilayah Prefektur Chiba, Jepang. Listrik belum bisa dialirkan ke sana.

batampos - Lebih dari 10.000 rumah di Prefektur Chiba, Jepang, masih mengalami pemadaman listrik hingga Jumat (25/9), setelah Topan Dujuan membawa hujan dengan curah yang mencapai rekor di wilayah timur Jepang pada awal pekan.

TEPCO Power Grid Inc. memperingatkan pemulihan listrik dapat membutuhkan waktu karena akses menuju sejumlah wilayah terdampak masih terhambat tanah longsor dan pohon tumbang.

Kondisi tersebut membuat petugas listrik belum dapat menjangkau beberapa lokasi untuk memeriksa fasilitas yang mengalami kerusakan.

Selain Chiba, puluhan rumah di Prefektur Kanagawa juga masih belum mendapatkan pasokan listrik pada Jumat. Kedua prefektur tersebut mengalami dampak cukup parah akibat cuaca ekstrem yang dibawa Topan Dujuan.

Gangguan tidak hanya terjadi pada jaringan listrik. Sekitar 2.700 rumah tangga di Chiba juga masih mengalami gangguan pasokan air bersih hingga Kamis (24/9) siang.

Di Ichihara, salah satu kota di Chiba yang mengalami pemadaman listrik dalam jumlah besar, seorang warga bernama Shoji Sakuma, 63, mengatakan rumahnya telah kehilangan listrik sejak Senin malam.

Panel surya di rumahnya masih mampu menghasilkan listrik dalam jumlah terbatas. Namun, energi tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Cuacanya panas dan saya tidak bisa menggunakan pendingin udara, jadi saya berencana tidur di mobil,” kata Sakuma.

Rumah Sakuma juga belum mendapatkan pasokan air bersih. Hingga Jumat, belum ada kepastian kapan layanan listrik dan air di wilayah tersebut kembali normal.

Sementara itu, warga Kimitsu yang masih menghadapi gangguan pasokan air harus mengambil air dari lokasi distribusi.

Ayumi Kono, 32, misalnya, membawa sekitar 60 liter air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Untuk menghemat persediaan air, Kono menggunakan piring kertas dan sumpit sekali pakai. Meski demikian, keterbatasan air tetap mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Toilet adalah masalah terbesar,” ujarnya.

Topan Dujuan menyebabkan sedikitnya 11 orang meninggal dunia, terdiri atas tujuh orang di Prefektur Chiba dan empat orang di Prefektur Kanagawa. Tiga orang lainnya dilaporkan masih hilang.

Dampak bencana juga membuat proses pemulihan infrastruktur berjalan lambat, terutama di wilayah yang akses jalannya masih tertutup material longsor dan pohon tumbang. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
Chiba Topan Dujuan pemadaman listrik jepang bencana alam