batampos - Misi arkeologi Mesir menemukan sebuah makam berbentuk piramida yang diperkirakan berasal dari periode Romawi, sekitar 30 SM hingga 395 M, di Provinsi New Valley, Mesir barat daya.
Temuan tersebut diumumkan Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir pada Kamis (24/9). Makam ditemukan di situs arkeologi Bir al-Shaghala, kawasan Oasis Dakhla.
Kementerian menyebut makam tersebut dibangun menggunakan batu bata lumpur dan digunakan untuk memakamkan seorang pria bersama istrinya.
Struktur makam memiliki karakter arsitektur yang khas. Di dalamnya juga ditemukan prasasti pemakaman yang tergolong langka dan memberikan informasi mengenai praktik penguburan, kehidupan keagamaan, serta budaya masyarakat yang tinggal di kawasan oasis pada masa Romawi.
Sejumlah artefak turut ditemukan dalam penggalian tersebut. Di antaranya prasasti pemakaman dari batu yang memuat ratapan dalam bahasa Yunani sepanjang 19 baris.
Arkeolog juga menemukan meja persembahan, baskom pemurnian yang terbuat dari batu pasir, sejumlah wadah tembikar, serta koin perunggu yang menampilkan sosok Kaisar Romawi Konstantinus.
Makam dapat dimasuki melalui tangga dengan 14 anak tangga yang mengarah ke pintu masuk berbahan batu pasir. Bagian pintu dihiasi prasasti hieroglif dan mantra pemakaman.
Salah satu temuan yang menarik berada di bagian atas ambang pintu. Di sana terdapat adegan yang menggambarkan jam ketujuh dari “Amduat”, teks pemakaman penting dalam tradisi Mesir kuno.
Amduat menggambarkan dunia bawah dalam perjalanan selama 12 jam serta mengisahkan perjalanan malam dewa matahari Ra.
Dari pintu masuk, struktur makam mengarah ke sebuah aula berkubah yang dibangun dari batu bata lumpur. Di bawah struktur bagian atas yang berbentuk piramida terdapat dua ruang pemakaman.
Prasasti pemakaman yang ditemukan di lokasi juga memberikan petunjuk mengenai identitas salah satu orang yang dimakamkan. Berdasarkan keterangan Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir, pria tersebut kemungkinan pernah menjalankan tugas sebagai hakim.
Temuan di Bir al-Shaghala menambah informasi mengenai perkembangan praktik pemakaman dan kehidupan masyarakat di Oasis Dakhla pada masa ketika wilayah Mesir berada di bawah kekuasaan Romawi. (*)
Editor : Putut Ariyo