batampos - Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Kesepakatan tersebut menjadi salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan kedua pemimpin saat kunjungan kenegaraan Xi ke AS pada 23–25 September 2026.
Lembaga penyiaran pemerintah China, China Central Television (CCTV), melaporkan bahwa kedua pemimpin sepakat Iran harus memenuhi komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Pada Sabtu (26/9), Trump juga kembali menegaskan sikapnya melalui media sosial Truth Social.
“Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir!!!” tulis Trump di platform Truth Social, tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai pernyataannya., dilansir dari Antara, Senin (27/9)
Pernyataan itu sejalan dengan sikap Trump dalam pidatonya pada Sidang ke-81 Majelis Umum PBB yang menegaskan bahwa Iran tidak boleh memperoleh senjata nuklir.
Baca Juga: Di PBB, Meutya Hafid Soroti Perlindungan 70 Juta Anak Indonesia di Era AI
Isu Iran menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Xi dan Trump di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah. Kedua pemimpin juga membahas upaya menghentikan konflik serta persoalan terkait program nuklir Iran.
AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari 2026 yang kemudian memicu serangan balasan. Ketegangan tersebut berlanjut hingga kedua negara mencapai nota kesepahaman pada Juni.
Pada 17 Juni 2026, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman yang memuat penghentian operasi militer, pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, serta rencana pembahasan program nuklir Iran dalam periode awal 60 hari.
Namun, ketegangan kembali berlanjut setelah kesepakatan tersebut. Hingga kini, persoalan terkait program nuklir Iran dan hubungan Washington-Teheran masih menjadi bagian dari perundingan diplomatik.
Dalam pertemuan dengan Xi, Trump tetap menempatkan pencegahan Iran memperoleh senjata nuklir sebagai salah satu isu utama. Sementara itu, perkembangan diplomasi AS-Iran masih menjadi perhatian karena berkaitan dengan upaya meredakan konflik dan menjaga stabilitas kawasan. (*)
Editor : Yofi Yuhendri