batampos – Tingkat pengangguran di Australia naik menjadi 4,6 persen pada Agustus 2026, level tertinggi dalam hampir lima tahun. Kenaikan terjadi bersamaan dengan bertambahnya jumlah pengangguran dan meningkatnya partisipasi angkatan kerja.
Biro Statistik Australia (Australian Bureau of Statistics/ABS) dalam data yang dirilis Kamis (24/9) mencatat tingkat pengangguran meningkat dari 4,5 persen pada Juli menjadi 4,6 persen pada Agustus.
Angka tersebut merupakan tingkat pengangguran tertinggi sejak November 2021 dan berada di atas perkiraan ekonom yang sebelumnya memperkirakan tingkat pengangguran bertahan di 4,5 persen.
Meski tingkat pengangguran meningkat, jumlah penduduk yang bekerja juga bertambah. ABS mencatat jumlah pekerja naik 39.500 orang dari Juli ke Agustus.
Namun, pada periode yang sama, jumlah pengangguran bertambah 28.200 orang.
Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya tingkat partisipasi angkatan kerja, yakni proporsi penduduk usia kerja yang bekerja atau aktif mencari pekerjaan.
Tingkat partisipasi angkatan kerja naik dari 66,9 persen pada Juli menjadi 67,1 persen pada Agustus. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak April 2025.
Data Pengangguran Jadi Perhatian RBA
Data ketenagakerjaan tersebut dirilis menjelang rapat Dewan Kebijakan Moneter Reserve Bank of Australia (RBA) yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (28/9) dan Selasa (29/9).
Rapat tersebut akan membahas kebijakan suku bunga RBA.
Sepanjang enam bulan pertama 2026, RBA telah menaikkan target suku bunga acuan sebesar 0,25 poin persentase sebanyak tiga kali. Namun, bank sentral Australia itu mempertahankan suku bunga pada level 4,35 persen dalam dua rapat terakhir pada Juni dan Agustus.
Gubernur RBA Michele Bullock dalam pidatonya pada Selasa mengatakan tingkat pengangguran di kisaran 4,5 hingga 5,0 persen akan membantu mendinginkan pasar tenaga kerja.
Menurut Bullock, kondisi pasar tenaga kerja yang lebih longgar dapat membantu meredakan tekanan inflasi.
Data terbaru mengenai pasar tenaga kerja tersebut menjadi salah satu indikator yang diperhatikan menjelang keputusan RBA mengenai arah kebijakan suku bunga.
Empat bank besar Australia memperkirakan RBA akan kembali menaikkan suku bunga pada rapat Selasa. (*)
Editor : Putut Ariyo