Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mundur, Pemilu Presiden Harus Digelar Paling Lambat Akhir Desember

Antara • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 16:31 WIB
Presiden Serbia Aleksandar Vucic
Presiden Serbia Aleksandar Vucic

batampos – Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengundurkan diri dari jabatannya pada Minggu (27/9/2026). Pengunduran diri tersebut disampaikan setelah Vucic menandatangani dokumen resmi pengunduran dirinya di Gedung Kepresidenan Serbia, Beograd.

Vucic sebelumnya keluar menemui para pendukung yang berkumpul di luar kantor kepresidenan. Dalam kesempatan tersebut, dia menyampaikan pidato singkat sebelum secara resmi menandatangani surat pengunduran diri.

"Berdasarkan Pasal 116 Ayat 5 Konstitusi Republik Serbia, dengan ini saya mengundurkan diri dari jabatan presiden republik," kata Vucic, seperti dilaporkan Reuters. 

Sebelum kembali masuk ke gedung kepresidenan, Vucic menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya dalam dua pemilihan presiden, yakni pada 2017 dan 2022.

Ana Brnabic Jadi Presiden Sementara

Setelah mengundurkan diri, kewenangan kepresidenan diserahkan kepada Ketua Majelis Nasional Serbia Ana Brnabic. Brnabic akan menjalankan tugas sebagai presiden sementara hingga proses pemilihan presiden berikutnya.

Pemerintah Serbia menyatakan penyerahan kewenangan tersebut dilakukan pada Senin (28/9). Pemilihan presiden baru harus diselenggarakan paling lambat akhir Desember 2026.

Sementara itu, Serbia telah menetapkan pemilihan parlemen lebih awal pada 25 Oktober 2026. Pengunduran diri Vucic membuka jalan bagi pelaksanaan pemilihan presiden lebih cepat dibandingkan jadwal normal.

Mundur Tujuh Bulan Sebelum Masa Jabatan Berakhir

Vucic mengakhiri masa jabatan keduanya sekitar tujuh bulan lebih awal. Masa jabatan keduanya sebenarnya baru akan berakhir pada Mei 2027.

Vucic pertama kali terpilih sebagai presiden Serbia pada 2017 dan kembali terpilih pada 2022. Berdasarkan konstitusi Serbia, dia tidak dapat mencalonkan diri untuk masa jabatan presiden ketiga. 

Sebelum menjabat sebagai presiden, Vucic merupakan perdana menteri Serbia pada periode 2014–2017.

Vucic Bersiap Ikut Pemilu Parlemen

Pengunduran diri Vucic berkaitan dengan pemilihan parlemen lebih awal yang akan berlangsung pada 25 Oktober. Setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden, Vucic dapat terlibat sebagai warga negara biasa dalam kontestasi politik tersebut.

Vucic sebelumnya menyatakan keinginannya untuk berpartisipasi dalam pemilu parlemen dan memimpin kampanye Partai Progresif Serbia (SNS). Jika SNS membentuk pemerintahan setelah pemilu, Vucic berpeluang kembali menduduki jabatan perdana menteri.

Dengan demikian, pengunduran diri Vucic tidak berarti dirinya meninggalkan politik Serbia. Ia justru memasuki tahapan politik baru melalui pemilihan parlemen yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober. (*)

Editor : Jamil Qasim
Pengunduran Diri Aleksandar Vucic