Harga Minyak Dunia Menguat, Konflik AS-Iran dan Selat Hormuz Jadi Sorotan

JawaPos • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 12:16 WIB

 

Ilustrasi minyak mentah dunia.
Ilustrasi minyak mentah dunia.

batampos - Harga minyak mentah dunia bergerak menguat pada perdagangan Selasa (29/9), di tengah ketidakpastian perkembangan perundingan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait konflik di Timur Tengah.

Mengutip Investing pada pukul 07.43 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 0,01 poin atau 0,01 persen menjadi USD98,58 per barel. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi pada perdagangan Senin (28/9) pagi sebesar USD98,51 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,47 poin atau 0,51 persen menjadi USD93,09 per barel. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan perdagangan Senin pagi yang berada di level USD93,43 per barel.

Mengutip Bloomberg, kenaikan harga minyak juga dipengaruhi indikasi kuatnya permintaan serta dimulainya kembali aliran minyak melalui jaringan pipa strategis Arab Saudi, salah satu eksportir minyak terbesar dunia.

Pejabat Iran secara tertutup menyatakan pesimistis terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan dengan Washington dan membuka kembali Selat Hormuz sebelum pemilihan paruh waktu AS pada November mendatang.

Sikap tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut dalam waktu tujuh hari.

Di sisi lain, Arab Saudi telah memulihkan sekitar setengah kapasitas aliran minyak melalui jaringan pipa East-West yang melintasi wilayah negara tersebut. Jalur itu menjadi rute penting untuk menghindari Selat Hormuz setelah serangan pesawat nirawak mengganggu operasionalnya pada awal bulan ini.

Menurut sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut, volume minyak yang mengalir melalui jaringan pipa menuju Laut Merah telah mencapai sedikitnya 3,5 juta barel per hari.

Prospek fundamental pasar minyak juga semakin menguat dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah indikator utama yang mengukur ketatnya pasokan meningkat dalam beberapa hari terakhir, mencerminkan tingginya permintaan terhadap minyak yang dapat segera dikirimkan.

Sementara itu, harga bahan bakar terus meningkat di tengah masih terganggunya kapasitas kilang minyak global.

Harga minyak mentah diperkirakan mencatat kenaikan bulanan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Pergerakan tersebut dipengaruhi meningkatnya ketegangan AS-Iran, gangguan pada jalur alternatif pengiriman minyak Arab Saudi, serta potensi pembatasan ekspor solar oleh Washington. (*)

Editor : Cipi Ckandina
dunia harga minyak konflik