Konflik Yaman Meningkat, Jumlah Pengungsi Capai 145.308 Orang

JawaPos • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 22:30 WIB

 

Ilustrasi milisi bersenjata di Yaman, Houthi, yang didukung Iran. (Dok Al-Jazeera).
Ilustrasi milisi bersenjata di Yaman, Houthi, yang didukung Iran. (Dok Al-Jazeera).

batampos – Jumlah warga yang mengungsi akibat konflik militer yang masih berlangsung di Yaman telah mencapai lebih dari 145.000 orang. Hampir 16.000 orang di antaranya terpaksa meninggalkan rumah dalam sepekan terakhir, menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Senin (28/9).

"Lebih dari 145.000 orang telah mengungsi di delapan wilayah di Yaman sejak konflik memanas di Pantai Barat pada Juni, menurut data terbaru yang dirilis hari ini oleh IOM. Per hari ini, Senin, jumlahnya mencapai 145.308 orang," demikian pernyataan IOM yang dilansir Antara, Selasa (29/9).

Jumlah tersebut meningkat 15.870 orang dibandingkan data pada 21 September atau naik lebih dari 12 persen dalam sepekan.

Kegubernuran Ta'iz menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni mencapai 81.444 orang atau lebih dari separuh total pengungsi secara nasional.

Situasi di Yaman kembali memanas pada pertengahan Juli ketika pasukan pro-pemerintah menyerang bandara di Sanaa saat sebuah pesawat dari Iran yang membawa delegasi pemimpin Houthi sedang mendarat.

Pihak Houthi menyalahkan Arab Saudi atas serangan tersebut. Houthi kemudian menyatakan perang terhadap kerajaan itu dan bersumpah melanjutkan aksi permusuhan hingga blokade terhadap wilayah-wilayah yang dikuasainya dicabut.

Dalam perkembangan terbaru, Houthi disebut meraih kemajuan signifikan di wilayah barat daya dan barat Yaman. Kelompok tersebut dilaporkan merebut sejumlah wilayah pesisir Laut Merah serta permukiman di sekitar Selat Bab al-Mandab. (*)

Editor : Cipi Ckandina
Yaman Pengungsi konflik orang baik