batampos – Pemerintah Spanyol menyiapkan anggaran lebih dari 12 miliar euro atau sekitar Rp244,25 triliun untuk paket kebijakan guna membantu rumah tangga dan dunia usaha menghadapi dampak krisis Timur Tengah.
Menteri Ekonomi Spanyol Carlos Cuerpo mengatakan anggaran tersebut mencakup berbagai bentuk dukungan, mulai dari bantuan langsung hingga kebijakan di sektor energi dan industri.
“Kami menggabungkan dukungan langsung, keamanan energi, efisiensi energi, dan daya saing. Secara keseluruhan, langkah-langkah ini akan membebani kas negara lebih dari 12 miliar euro,” kata Cuerpo dalam konferensi pers, Selasa (29/9).
Menurut Cuerpo, pemerintah telah menyetujui paket kebijakan ketiga sebagai bagian dari rencana respons komprehensif terhadap dampak krisis di Timur Tengah.
Paket tersebut mengatur perpanjangan sekaligus penyesuaian bantuan bagi rumah tangga, dunia usaha, dan sektor industri yang paling terdampak hingga 31 Desember 2026.
Kebijakan serupa sebelumnya diberlakukan pada Maret dan kemudian diperpanjang pada Juni.
Cuerpo mengatakan kondisi pasar energi mengalami penurunan signifikan sejak kebijakan dukungan tersebut terakhir kali diperpanjang.
Pajak Bensin dan Solar Dipangkas
Salah satu kebijakan terbaru adalah pemberian potongan pajak untuk bahan bakar kendaraan.
Besaran potongan untuk bensin dan solar ditetapkan sebesar 20 sen euro per liter pada Oktober, kemudian turun menjadi 13 sen euro per liter pada November dan enam sen euro per liter pada Desember.
Namun, pemerintah menyiapkan mekanisme penyesuaian apabila harga bahan bakar mengalami kenaikan signifikan.
Cuerpo menjelaskan, apabila kenaikan harga mencapai lebih dari 15 persen, potongan pajak akan kembali dinaikkan menjadi 20 sen euro per liter pada November atau Desember.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menahan dampak kenaikan harga energi terhadap rumah tangga dan sektor usaha.
Inflasi Spanyol Capai 4,9 Persen
Tekanan harga juga tercermin dalam data inflasi terbaru Spanyol.
Institut Statistik Nasional Spanyol pada Selasa melaporkan inflasi tahunan mencapai 4,9 persen pada September. Angka tersebut menjadi level tertinggi sejak Februari 2023.
Menurut lembaga tersebut, percepatan inflasi terutama dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar dan pelumas untuk kendaraan pribadi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam memperpanjang kebijakan dukungan bagi masyarakat dan dunia usaha hingga akhir tahun.
Dengan paket terbaru tersebut, pemerintah Spanyol berupaya meredam dampak kenaikan harga energi sekaligus menjaga daya beli rumah tangga dan aktivitas sektor usaha di tengah ketidakpastian akibat krisis Timur Tengah. (*)
Editor : Jamil Qasim