batampos – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar pemungutan suara awal keempat secara tertutup untuk mengukur dukungan terhadap para kandidat Sekretaris Jenderal PBB berikutnya, Selasa (29/9/2026).
Pemungutan suara tersebut merupakan bagian dari proses pemilihan pengganti António Guterres yang masa jabatannya akan berakhir pada 31 Desember 2026.
Presiden Dewan Keamanan PBB untuk September, Duta Besar Prancis Jérôme Bonnafont, mengonfirmasi bahwa putaran keempat straw poll telah selesai.
“Putaran keempat pemungutan suara awal telah dilaksanakan. Setiap kandidat akan diberitahu mengenai hasilnya melalui perwakilan tetap dari negara anggota yang mencalonkan mereka,” kata Bonnafont kepada wartawan, seperti dilaporkan Reuters.
Dia juga mengonfirmasi bahwa terdapat tujuh kandidat yang mengikuti putaran tersebut.
Rebeca Grynspan Raih Dukungan Terbanyak
Hasil straw poll yang diperoleh dari sejumlah sumber diplomatik menunjukkan diplomat sekaligus mantan Wakil Presiden Kosta Rika, Rebeca Grynspan, memperoleh dukungan terbanyak.
Grynspan dilaporkan mendapat 10 suara “encourage”, tiga suara “discourage”, dan dua suara “no opinion” dari 15 anggota Dewan Keamanan.
Duta Besar Guyana untuk PBB Carolyn Rodrigues Birkett dan Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi dari Argentina masing-masing memperoleh delapan suara “encourage”.
Namun, hasil tersebut belum menentukan siapa yang akan menjadi Sekjen PBB. Straw poll merupakan pemungutan suara informal yang digunakan untuk mengukur tingkat dukungan dan perkembangan posisi para kandidat sebelum Dewan Keamanan mengambil keputusan formal.
Kandidat Sekjen PBB Tinggal Tujuh Orang
Setelah mantan Presiden Chile Michelle Bachelet mengundurkan diri dari persaingan pada 20 September, terdapat tujuh kandidat yang tersisa.
Mereka adalah:
- Rebeca Grynspan Mayufis dari Kosta Rika
- Rafael Mariano Grossi dari Argentina
- Carolyn Rodrigues Birkett dari Guyana
- Macky Sall dari Senegal
- María Fernanda Espinosa Garcés dari Ekuador
- Olara Otunnu dari Uganda
- Ivonne A-Baki dari Ekuador
Daftar kandidat tersebut juga tercantum dalam proses seleksi resmi PBB.
Bagaimana Proses Pemilihan Sekjen PBB?
Pemungutan suara awal dilakukan oleh 15 anggota Dewan Keamanan PBB. Para anggota memberikan penilaian secara rahasia dengan kategori “encourage”, “discourage”, atau “no opinion”.
Dalam proses formal, seorang kandidat membutuhkan sedikitnya sembilan suara dari 15 anggota Dewan Keamanan. Selain itu, kandidat tersebut tidak boleh mendapat veto dari salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan, yakni Amerika Serikat, China, Rusia, Prancis, dan Inggris.
Setelah Dewan Keamanan mencapai kesepakatan dan memberikan rekomendasi, kandidat tersebut akan diajukan kepada Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 negara untuk diangkat sebagai Sekretaris Jenderal.
Karena itu, hasil straw poll keempat belum dapat dianggap sebagai keputusan akhir mengenai siapa yang akan menggantikan Guterres.
António Guterres sendiri akan mengakhiri masa jabatan keduanya sebagai Sekretaris Jenderal PBB pada akhir 2026. Jika proses seleksi berlangsung sesuai jadwal, Sekjen baru akan menggantikannya mulai 1 Januari 2027. (*)
Editor : Putut Ariyo