batampos – China mendesak Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali ke meja perundingan serta menjalankan kerangka nota kesepahaman (MoU) Islamabad. Beijing menilai penyelesaian konflik harus ditempuh melalui jalur politik dan diplomatik.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan Beijing berharap AS dan Iran memilih jalan perdamaian, kembali berkomitmen pada MoU Islamabad, serta segera melanjutkan dialog dan perundingan.
”China berharap Iran dan Amerika Serikat akan memilih perdamaian, kembali berkomitmen pada nota kesepahaman Islamabad, serta sesegera mungkin melanjutkan dialog dan perundingan,” kata Guo dalam konferensi pers, Rabu (30/9).
Guo mengatakan China sejak awal konflik telah aktif mendorong penghentian pertempuran dan dimulainya pembicaraan untuk mencapai perdamaian.
Beijing, lanjut dia, akan terus mendukung berbagai inisiatif dan usulan Presiden China Xi Jinping untuk mendorong perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
”China akan terus berupaya memulihkan perdamaian dan ketenangan di Timur Tengah serta kawasan Teluk dalam waktu dekat,” ujarnya.
Qatar Lanjutkan Mediasi AS-Iran
Upaya diplomatik juga terus berlangsung melalui Qatar. Doha menyatakan komunikasi dan pertemuan untuk menjembatani perbedaan antara AS dan Iran masih berjalan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari mengatakan sejumlah pertemuan dan pertukaran pesan telah dilakukan dalam beberapa hari terakhir. Sebagian pertemuan berlangsung di New York di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB.
”Upaya saat ini difokuskan pada membangun kesepahaman bersama antarpihak,” ujar al-Ansari dalam konferensi pers mingguan, Selasa (29/9).
Qatar, kata dia, akan melanjutkan perannya sebagai mediator dengan berupaya mempersempit perbedaan antara Washington dan Teheran sekaligus memfasilitasi komunikasi kedua pihak.
”Peran kami adalah untuk mengatasi berbagai kesulitan dan berupaya menjembatani kesenjangan antarpihak, dan hal itu sedang berlangsung saat ini,” katanya.
Al-Ansari mengatakan berbagai pertemuan masih digelar dan pesan terus disampaikan antara AS dan Iran. Namun, dia tidak membeberkan rincian mengenai tahap mediasi yang sedang berlangsung.
Dia menegaskan Qatar tetap mendorong penyelesaian melalui jalur damai. Doha juga menyatakan dukungannya terhadap mediasi yang dipimpin Pakistan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Qatar menjalankan upaya diplomatik untuk memulihkan jalur perundingan antara Washington dan Teheran.
Pertemuan di New York selama Sidang Majelis Umum PBB juga menjadi bagian dari rangkaian komunikasi tidak langsung antara kedua pihak. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya bertemu mediator Qatar untuk membahas sejumlah gagasan terkait penghentian konflik dan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Konflik Berkaitan dengan Selat Hormuz dan Program Nuklir
Konflik AS-Iran yang melibatkan Israel telah berlangsung sejak serangan pada 28 Februari 2026. Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah wilayah di kawasan.
Konflik tersebut juga berdampak terhadap pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur strategis bagi perdagangan energi global.
Upaya diplomatik untuk menghentikan konflik kemudian diarahkan pada sejumlah persoalan, termasuk akses pelayaran di Selat Hormuz dan program nuklir Iran.
MoU Islamabad yang menjadi rujukan Beijing merupakan bagian dari kerangka diplomatik yang sebelumnya digunakan dalam upaya meredakan konflik.
China kini mendorong kedua pihak kembali pada kerangka tersebut dan melanjutkan dialog. Pada saat yang sama, Qatar terus memfasilitasi komunikasi tidak langsung antara Washington dan Teheran.
Perkembangan terbaru menunjukkan jalur diplomasi masih berjalan, meski sejumlah persoalan substantif belum terselesaikan. Reuters melaporkan pada 30 September bahwa Iran telah menerima tanggapan AS melalui mediator Qatar terkait proposal tujuh hari untuk membangun kepercayaan dan meredakan ketegangan. Salah satu perbedaan yang masih dibahas adalah urutan pelaksanaan langkah-langkah yang diusulkan.
Dengan demikian, upaya mediasi saat ini berlangsung melalui beberapa jalur, termasuk Qatar dan Pakistan, sementara China mendorong AS dan Iran kembali pada dialog serta kerangka MoU Islamabad. (*)
Editor : Putut Ariyo