batampos – Pemerintah Malaysia akan memulangkan 3.524 pengungsi Myanmar ke negara asal mereka pada tahap kedua. Pemulangan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan Malaysia dan Myanmar dalam penanganan pengungsi.
Juru bicara pemerintah Malaysia sekaligus Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil mengatakan, 3.524 pengungsi telah disepakati untuk dipulangkan pada tahap berikutnya.
"Pada fase kedua, sebanyak 3.524 orang pengungsi Myanmar telah disepakati bersama pihak Myanmar, akan diantarkan pulang pada kesempatan berikutnya," kata Fahmi dalam konferensi pers daring di Putrajaya, Rabu (30/9).
Sebelumnya, Malaysia telah memulangkan 1.476 pengungsi Myanmar pada tahap pertama, Selasa (29/9). Nama-nama pengungsi yang dipulangkan telah disampaikan kepada pihak Myanmar melalui nota diplomatik pada 13 Agustus 2026.
Menunggu Kepastian Jadwal dari Myanmar
Fahmi mengatakan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim akan berbincang dengan pemimpin Myanmar dalam waktu dekat. Pembicaraan tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi pemulangan lebih banyak pengungsi Myanmar yang berada di Malaysia.
Namun, pemerintah Malaysia masih menunggu kepastian tanggal pemulangan tahap kedua dari pihak Myanmar.
"Kita perkirakan setelah fase pertama selesai, kita akan menerima pengumuman dari pihak Myanmar mengenai kelompok kedua. Kalau sudah ada tanggal pasti nanti Kementerian Dalam Negeri akan mengumumkan," ujarnya.
Sebelumnya, Anwar Ibrahim mengatakan Malaysia dan Myanmar telah menyepakati pemulangan sebanyak 5.000 pengungsi secara sukarela dan bertahap.
Anwar mengatakan pemerintah Malaysia mengambil langkah yang lebih terstruktur dalam menangani persoalan pengungsi Myanmar. Langkah tersebut mencakup penegakan hukum, koordinasi antarlembaga, serta kerja sama dengan negara asal.
"Pemerintahan MADANI mengambil langkah untuk menangani persoalan ini secara lebih terstruktur, termasuk melalui penegakan hukum, koordinasi antarlembaga, serta kerja sama dengan negara asal," jelas Anwar. (*)
Editor : Putut Ariyo