batampos - Tingkat pengangguran Jepang naik menjadi 2,5 persen pada Agustus 2026, dari 2,4 persen pada bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut menjadi yang pertama dalam lima bulan terakhir.
Data Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang yang dirilis Jumat (2/10) menunjukkan jumlah orang yang bekerja mencapai 68,49 juta orang pada Agustus, naik 140.000 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara bulanan, tingkat pengangguran meningkat 0,1 poin persentase.
Di antara penduduk yang tidak bekerja, sebanyak 810.000 orang meninggalkan pekerjaan secara sukarela. Jumlah tersebut meningkat 8 persen dibandingkan Juli. Kondisi itu antara lain mencerminkan adanya pekerja yang meninggalkan pekerjaan untuk mencari peluang kerja atau kondisi kerja yang lebih baik.
Sementara itu, jumlah pekerja yang diberhentikan mencapai 400.000 orang, meningkat 5,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah orang yang baru mulai mencari pekerjaan juga naik 2,2 persen menjadi 460.000 orang.
Seorang pejabat kementerian mengatakan kondisi pasar kerja Jepang masih tergolong baik. Menurut dia, peningkatan jumlah orang yang meninggalkan pekerjaan secara sukarela menjadi salah satu faktor utama kenaikan tingkat pengangguran pada Agustus.
Dalam dua tahun terakhir, tingkat pengangguran Jepang juga tercatat kembali meningkat pada bulan setelah berada di level 2,4 persen atau lebih rendah.
Lowongan Kerja
Data terpisah dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang menunjukkan rasio ketersediaan pekerjaan pada Agustus tidak berubah dari Juli, yakni 1,18. Artinya, terdapat sekitar 118 lowongan pekerjaan untuk setiap 100 pencari kerja.
Namun, jumlah lowongan baru menurun 3,4 persen dibandingkan Agustus tahun sebelumnya. Dari sejumlah sektor yang dipantau, penurunan terbesar terjadi pada sektor akomodasi dan restoran yang mencapai 11,1 persen. Berikutnya, sektor perdagangan grosir dan ritel turun 10,2 persen.
Sebaliknya, sejumlah sektor mencatat peningkatan lowongan. Sektor manufaktur naik 3,9 persen, sedangkan sektor informasi dan komunikasi meningkat 3,3 persen.
Meski tingkat pengangguran meningkat, data pemerintah Jepang menunjukkan pasar tenaga kerja masih menyediakan lebih banyak lowongan dibandingkan jumlah pencari kerja.(*)
Editor : Cipi Ckandina