batampos - Kedutaan Besar Korea Selatan (Korsel) di Indonesia bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dan Konsul Kehormatan Korsel di Sumatera menyosialisasikan peluang pendidikan dan kerja sebagai care worker atau tenaga perawatan lansia bagi warga negara asing.
Sosialisasi yang digelar secara daring pada Rabu (30/9) tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta dari 300 SMA dan SMK di seluruh Sumatera Utara. Tingginya jumlah peserta menunjukkan minat masyarakat terhadap peluang pendidikan dan kerja di Korea Selatan.
Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon-gu mengatakan, kebutuhan tenaga perawatan lansia di Korea Selatan dapat menjadi peluang baru bagi kerja sama ketenagakerjaan dengan Indonesia.
Menurut dia, kebutuhan tenaga di sektor perawatan lansia dapat dipertemukan dengan potensi talenta unggul Indonesia sehingga membuka peluang kerja sama di bidang sumber daya manusia.
“Kami mengajak pemerintah, institusi pendidikan, dan para pelajar di Indonesia untuk secara aktif memanfaatkan skema pendidikan dan peluang kerja yang tersedia,” kata Yoon dalam keterangannya, Jumat (2/10).
Pemerintah Korea Selatan pada 2024 memasukkan profesi tenaga perawatan lansia ke dalam kategori visa Specific Activities (E-7). Kebijakan tersebut memungkinkan mahasiswa asing bekerja di fasilitas perawatan lansia setelah menyelesaikan pendidikan dan memperoleh sertifikasi resmi di Korea Selatan.
Hingga 2026, sebanyak 21 perguruan tinggi di Korea Selatan telah ditunjuk sebagai lembaga pembinaan resmi. Lulusan program tersebut berpeluang langsung memasuki pasar kerja layanan perawatan lansia di negara tersebut.
Dalam sosialisasi itu, Kedubes Korea Selatan juga memberikan penjelasan teknis mengenai proses pendidikan, tahapan sertifikasi, hingga ketentuan status tinggal bagi tenaga kerja asing.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama peserta. Acara tersebut turut dihadiri Konsul Kehormatan Korsel di Sumatera Parlindungan Purba, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Alexander Sinulingga, serta Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumatera Utara Afrizal Sihotang.
Melalui sosialisasi tersebut, pemerintah Korea Selatan berharap dapat membangun kerja sama yang lebih kuat dalam menghubungkan potensi tenaga kerja Indonesia dengan kebutuhan sektor perawatan lansia di Korea Selatan. (*)
Editor : Putut Ariyo