batampos – Warren Buffett kembali masuk jajaran 10 orang terkaya di dunia. Kekayaannya kini melampaui pendiri Zara, Amancio Ortega, di tengah berakhirnya era kepemimpinannya di Berkshire Hathaway setelah lebih dari enam dekade.
Berdasarkan daftar Forbes Real-Time Billionaires pada Sabtu (3/10), kekayaan Buffett mencapai USD 143 miliar atau sekitar Rp2.558 triliun, dengan asumsi kurs Rp17.890 per dolar AS.
Kekayaan Buffett meningkat hampir USD 500 juta dari penutupan sebelumnya. Dengan nilai tersebut, investor legendaris itu berada di peringkat ke-10 orang terkaya dunia, tepat di bawah pemilik Los Angeles Clippers, Steve Ballmer, yang memiliki kekayaan hampir USD 160 miliar.
Dilansir Forbes, posisi Buffett naik setelah kekayaan Amancio Ortega turun USD 1,8 miliar menjadi USD 140,1 miliar.
Penurunan kekayaan Ortega terjadi setelah saham Inditex, perusahaan induk Zara, melemah 1,6 persen. Dalam sebulan terakhir, saham perusahaan tersebut telah turun sekitar 7,7 persen.
Ortega merupakan pemegang saham mayoritas Inditex, yang menaungi sejumlah merek seperti Zara, Massimo Dutti, dan Pull&Bear.
Kekayaan Buffett dan Berkshire Hathaway
Perubahan peringkat tersebut menunjukkan betapa cepat posisi para miliarder dunia dapat berubah mengikuti pergerakan harga saham.
Bagi Buffett, sebagian besar kekayaannya berkaitan erat dengan Berkshire Hathaway, perusahaan yang telah dipimpinnya selama lebih dari 60 tahun.
Saham Berkshire telah meningkat lebih dari 80 persen dalam lima tahun terakhir. Sementara sepanjang 2026, pergerakannya relatif terbatas.
Dalam jangka panjang, kinerja Berkshire menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Berdasarkan data perusahaan, nilai pasar per saham Berkshire mencatat pertumbuhan tahunan majemuk sebesar 19,7 persen sepanjang 1965-2025.
Sebagai pembanding, indeks S&P 500 dengan dividen mencatat pertumbuhan tahunan majemuk sebesar 10,5 persen dalam periode yang sama.
Berkshire kemudian berkembang dari perusahaan tekstil yang mengalami kesulitan menjadi konglomerasi dengan nilai pasar lebih dari USD 1 triliun.
Era Buffett di Berkshire Berakhir
Di saat kekayaannya kembali menembus 10 besar dunia, peran Buffett di Berkshire justru memasuki babak baru.
Buffett menyerahkan posisi CEO kepada Greg Abel pada Januari 2026. Selanjutnya, pada September 2026, dia mengundurkan diri dari posisi ketua dewan dan beralih menjadi chairman emeritus.
Buffett masih menjadi anggota dewan sekaligus pemegang saham Berkshire.
Dalam surat kepada para pemegang saham, Buffett mengakui bahwa pergantian kepemimpinan pada akhirnya tidak bisa ditunda setelah dirinya memimpin perusahaan selama lebih dari enam dekade.
"Waktu pada akhirnya akan menang. Namun, waktu telah bermurah hati kepada saya," tulis Buffett.
Struktur kepemimpinan Berkshire kini membagi dua fungsi utama. Greg Abel bertanggung jawab menjalankan operasional perusahaan, sedangkan putra Buffett, Howard Buffett, menggantikan Warren sebagai ketua non-eksekutif.
Warren Buffett menjelaskan bahwa Abel menjalankan perusahaan, sementara Howard bertugas menjaga budaya dan nilai-nilai Berkshire.
Howard sendiri telah menjadi anggota dewan Berkshire selama 33 tahun. Warren menggambarkan peran putranya sebagai pengawas yang bertugas mempertahankan budaya dan nilai perusahaan tanpa terlibat langsung dalam pengelolaan bisnis sehari-hari.
Dengan struktur tersebut, suksesi Berkshire tidak menempatkan seluruh peran Buffett pada satu figur. Pengelolaan bisnis dan penjagaan budaya perusahaan dipisahkan.
Aktivitas Investasi Tetap Berjalan
Di bawah kepemimpinan baru, Berkshire tetap aktif melakukan investasi.
Perusahaan membeli 660.410 saham Lennar pada 28-30 September dengan nilai sekitar USD 53,9 juta atau sekitar Rp967 miliar.
Transaksi tersebut membuat kepemilikan Berkshire di perusahaan pengembang perumahan itu meningkat menjadi sekitar 26 persen.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa aktivitas alokasi modal Berkshire tetap berjalan meski Buffett telah meninggalkan posisi eksekutif.
Buffett juga belum sepenuhnya meninggalkan Berkshire. Dia tetap menjadi anggota dewan dan pemegang saham perusahaan.
Sementara itu, Greg Abel menjalankan operasional perusahaan dan Howard Buffett bertugas menjaga nilai serta budaya yang diwariskan ayahnya.
Dalam surat perpisahannya, Buffett menyatakan keyakinannya bahwa Berkshire berada di tangan yang baik.
Kenaikan Buffett ke posisi ke-10 orang terkaya dunia pun terjadi pada saat peran formalnya di Berkshire semakin berkurang. Namun, strategi investasi, budaya perusahaan, dan struktur bisnis yang dibangunnya selama puluhan tahun masih menjadi bagian penting dari Berkshire Hathaway. (*)
Editor : Jamil Qasim